Mengetahui cara cek pencairan bansos sangat membantu masyarakat agar tidak tertinggal informasi terbaru terkait penyaluran bantuan dari pemerintah.
Saat ini, pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang sudah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dua program yang kembali dicairkan pada periode ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Berdasarkan informasi dari akun media sosial @pusdatinkesos, sejak Triwulan I tahun 2026 Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pembaruan kategori desil penerima bantuan sosial.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pada program BPNT. Jika sebelumnya penerima bantuan mencakup desil 1 sampai 5, maka kini dibatasi hanya untuk desil 1 sampai 4 agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Penjelasan Bantuan BPNT
Dilansir dari Bisnis.com Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah program bantuan pangan yang diberikan pemerintah kepada KPM setiap bulan melalui sistem elektronik.
Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen yang bekerja sama dengan bank Himbara.
Program ini bertujuan membantu meringankan pengeluaran keluarga sekaligus memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi.
Pada tahun 2026, penyaluran BPNT masih dilakukan dalam empat tahap. Untuk periode Mei, bantuan masuk dalam tahap kedua (April–Juni) dan disalurkan secara bertahap kepada penerima yang memenuhi kriteria.
Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Jika dihitung per tahap tiga bulan, total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.
Penjelasan Program Indonesia Pintar (PIP)
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan tunai pendidikan bagi anak usia sekolah 6–21 tahun dari keluarga kurang mampu, rentan miskin, penerima PKH, yatim piatu, penyandang disabilitas, hingga korban bencana.
Sasaran utama PIP meliputi:
- Peserta didik pemegang KIP
- Siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin dengan kondisi tertentu
- Siswa SMK pada bidang keahlian tertentu seperti pertanian, perikanan, kehutanan, pelayaran, dan kemaritiman
Pada tahun 2026, penyaluran PIP tetap dilanjutkan sesuai jadwal. Di bulan Mei, program ini memasuki tahap pencairan periode kedua dan dana disalurkan melalui rekening SimPel di bank penyalur.
Besaran Bantuan PIP 2026
- SD/MI/Paket A: Rp450.000 per tahun (Rp225.000 untuk siswa baru dan akhir)
- SMP/MTs/Paket B: Rp750.000 per tahun (Rp375.000 untuk kategori tertentu)
- SMA/SMK/MA/Paket C: Rp1.000.000–Rp1.800.000 per tahun (Rp500.000–Rp900.000 untuk siswa tertentu)
Cara Mengecek Pencairan BPNT 2026
- Kunjungi situs resmi cek bansos Kemensos
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Isi kode keamanan (captcha) yang muncul
- Klik tombol “Cari Data”
- Sistem akan menampilkan status penerima, jenis bantuan, serta informasi desil
Cara Mengecek Pencairan PIP 2026
- Buka situs resmi PIP Kemendikbud
- Cari menu “Cek Penerima PIP”
- Masukkan NISN dan NIK
- Isi verifikasi yang diminta
- Klik tombol “Cek Penerima”
- Data status penerima akan muncul di layar
Kesimpulan
Pencairan bansos PIP dan BPNT Mei 2026 dapat dicek secara online melalui layanan resmi Kemensos dan Kemendikbud.
