Pemerintah menggunakan Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam menentukan kriteria penerima bansos 2026 melalui sistem peringkat desil.
Meski begitu, masih ada masyarakat yang berada di desil 1 sampai 5 tetapi belum menerima bantuan sosial, yang sering menimbulkan pertanyaan setelah mereka melakukan pengecekan mandiri melalui situs Cek Bansos Kemensos.
Untuk memahaminya, penting bagi masyarakat mengetahui mekanisme penetapan desil dalam DTSEN.
Pengertian DTSEN
Dilansir dari Detik.com, DTSEN adalah program strategis pemerintah yang mulai diterapkan sejak 2025 sebagai pengganti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Sistem ini berfungsi sebagai basis data tunggal yang memuat informasi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia.
Data DTSEN dikumpulkan dari berbagai instansi resmi, antara lain:
- Kementerian Sosial
- Badan Pusat Statistik (BPS)
- Dukcapil
- Bappenas
- Pemerintah daerah
Dengan adanya DTSEN, data yang sebelumnya tersebar di berbagai instansi dan tidak selalu sinkron kini disatukan menjadi satu sistem yang lebih akurasi tinggi dan terintegrasi.
Pembagian Desil dalam DTSEN
DTSEN membagi masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi dan sosial ke dalam 10 desil. Berdasarkan informasi Detik.com, pembagian desil adalah:
- Desil 1: Sangat miskin
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Pas-pasan
- Desil 6–10: Menengah ke atas
Kriteria Penerima Bansos 2026
Peringkat desil menjadi dasar pemerintah dalam menentukan siapa yang berhak menerima bansos 2026. Berikut ketentuannya:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Desil 1–4
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako): Desil 1–5
- PBI-JKN (Iuran BPJS Kesehatan): Desil 1–5 atau berdasarkan asesmen
- ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial): Desil 1–5 atau asesmen
- Bansos Kemensos lainnya: Desil 1–5 atau asesmen
Secara umum, masyarakat desil 1–4 berpeluang besar menerima berbagai jenis bantuan sosial, sedangkan desil 5 masih bisa menerima bantuan, tetapi dalam jumlah dan jenis yang lebih terbatas.
Aturan Penetapan Penerima Bansos
Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap dengan prioritas bagi desil terbawah. Namun, tidak semua warga dalam desil tertentu otomatis menerima bantuan.
Pemerintah secara berkala memutakhirkan DTSEN dan menyesuaikan jumlah penerima dengan anggaran yang tersedia.
Contoh distribusi bansos:
- PKH: Prioritas untuk desil 1
- Sembako: Desil 1–2
- PBI-JKN: Desil 1–4
Selain itu, penerima bansos bisa graduasi atau lulus dari program. Pemerintah menargetkan ratusan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk naik kelas.
Berdasarkan data Kementerian PANRB, sepanjang 2025 sekitar 77 ribu KPM telah keluar dari program bansos dan mengikuti program pemberdayaan untuk menjadi keluarga mandiri.
Cara Cek Desil Bansos 2026 via Aplikasi
Untuk mengetahui status desil dan kepesertaan bansos 2026, masyarakat dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos Kemensos. Langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store (Android) atau App Store (iOS).
- Buat akun baru di aplikasi.
- Isi data diri lengkap sesuai dokumen resmi, seperti NIK, KK, nama, alamat, dll.
- Unggah foto KTP yang jelas.
- Unggah selfie bersama KTP untuk verifikasi identitas.
- Periksa kembali data agar tidak ada kesalahan.
- Tunggu proses verifikasi dari Kemensos.
- Login ke akun menggunakan username dan password yang dibuat.
- Cek email untuk konfirmasi tambahan dari Kemensos.
- Lihat informasi desil dan data keluarga, termasuk status kepesertaan dan jenis bantuan yang diterima.
Jika status bansos belum muncul, disarankan menunggu pembaruan DTSEN atau menghubungi pendamping sosial, RT/RW, atau Dinas Sosial setempat.
Cara Cek Desil Bansos 2026 via Website
Selain aplikasi, masyarakat dapat mengecek desil bansos 2026 melalui website resmi Kemensos tanpa membuat akun:
- Akses situs resmi Kemensos: buka cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih data wilayah sesuai KTP: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Isi kode captcha untuk verifikasi keamanan.
- Klik “Cari Data” dan tunggu proses pencarian.
- Lihat hasil pencarian, termasuk status kepesertaan, desil, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Jika data tidak muncul, kemungkinan belum terdaftar di DTSEN, data belum diperbarui, atau terdapat perbedaan penulisan identitas.
Dengan memahami mekanisme ini, masyarakat dapat lebih jelas mengetahui alasan tidak menerima bansos 2026 meski terdaftar di desil 1–5 dan dapat mengecek status kepesertaan secara mandiri.
Sumber: Detik.com
