a
Informasi
Beranda / Informasi / Puasa Arafah : Keutamaan dan Doa Berbuka Puasa Arafah

Puasa Arafah : Keutamaan dan Doa Berbuka Puasa Arafah

Puasa Arafah : Keutamaan dan Doa Berbuka Puasa Arafah
Puasa Arafah : Keutamaan dan Doa Berbuka Puasa Arafah

Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam dianjurkan melaksanakan amalan sunnah berupa Puasa Arafah. Ibadah ini dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa tersebut bertepatan dengan prosesi wukuf di Arafah yang dijalani para jamaah haji. Bagi kaum Muslimin yang tidak sedang berhaji, sangat dianjurkan untuk ikut berpuasa.

Pada tahun ini, Puasa Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, sehari sebelum Iduladha.

Keutamaan Puasa Arafah

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Keutamaan utama dari puasa ini adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yakni tahun sebelumnya dan tahun berikutnya. Kesempatan ini menjadi momen besar untuk memperbanyak taubat serta memohon ampunan Allah SWT. Karena itu, Puasa Arafah dikenal sebagai salah satu puasa sunnah paling istimewa.

2. Pahala Berlipat Ganda

Puasa Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang disebut sebagai hari terbaik sepanjang tahun. Setiap amal saleh di waktu ini akan diganjar pahala berlipat. Selain berpuasa, dianjurkan pula memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa agar memperoleh keberkahan.

3. Waktu Mustajab Berdoa

Hari Arafah diyakini sebagai saat yang sangat baik untuk berdoa. Banyak Muslim memanfaatkan momen ini untuk memohon rezeki, kesehatan, kemudahan hidup, dan ampunan. Suasana spiritualnya semakin kuat karena bertepatan dengan puncak ibadah haji.

4. Meningkatkan Ketakwaan

Puasa Arafah juga menjadi sarana melatih kesabaran dan memperkuat iman. Dengan menahan lapar, haus, serta menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang Muslim semakin dekat kepada Allah SWT.

Apa Itu Puasa Arafah?

Dikutip dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa oleh Nur Solikhin, puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan Zulhijah, bulan ketika umat Islam menjalankan ibadah haji di tanah suci Makkah.

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, ketika jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah.

Dalam hadis riwayat Tirmizi dari Abdullah bin Amr bin al-Ash disebutkan, doa berbuka puasa memiliki keutamaan di mana Allah SWT tidak akan menolak doa hambanya.

“Rasulullah SAW bersabda,’Bagi orang yang berpuasa, ketika sedang berbuka ada doa yang tak akan tertolak’,”

Hal tersebut juga disabdakan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ahmad yang berbunyi: “Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam [pemimpin] yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi.

Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu,’”

Selain itu, dilansir dari laman Kemenag, membaca doa berbuka puasa juga merupakan cara mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Doa Berbuka Puasa Arafah

Pada dasarnya, doa berbuka puasa Arafah sama seperti doa berbuka puasa sunnah pada umumnya. Dikutip dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, berikut bacaan yang umum diamalkan umat Islam.

Doa Berbuka Puasa Arafah Dzahaba:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab-latin: Dzahabadh dzama’u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, insyaallah.”

Bagikan