{"id":12971,"date":"2025-04-26T09:58:08","date_gmt":"2025-04-26T02:58:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=12971"},"modified":"2025-04-26T09:58:08","modified_gmt":"2025-04-26T02:58:08","slug":"apa-bedanya-haji-reguler-haji-khusus-dan-haji-furoda-cek-selengkapnya-disini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/apa-bedanya-haji-reguler-haji-khusus-dan-haji-furoda-cek-selengkapnya-disini\/","title":{"rendered":"Apa Bedanya Haji Reguler, Haji Khusus, dan Haji Furoda? Cek Selengkapnya Disini"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Bedanya Haji Reguler, Haji Khusus, dan Haji Furoda? Cek Selengkapnya Disini<\/h2>\n<p>Menunaikan ibadah haji merupakan bagian dari rukun Islam yang kelima dan diperuntukkan bagi siapa saja yang mampu, baik secara finansial maupun secara fisik. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jalur keberangkatan untuk pergi haji, diantaranya haji reguler, haji khusus, serta haji furoda. Lantas apa perbedaan dari ketiga haji tersebut? Simak informasi selengkapnya melalui artikel berikut.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Perbedaan Haji Furoda, Haji Khusus, dan Haji Reguler<\/h3>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>\n<h4>Pihak Penyelenggara dan Kuota Haji<\/h4>\n<ul>\n<li>Haji Reguler adalah program haji resmi yang sepenuhnya diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag). Jumlah pesertanya dibatasi sesuai kuota yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi setiap tahun, dan kemudian didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia.<\/li>\n<li>Sementara itu, Haji Khusus atau yang sering disebut ONH Plus juga menggunakan kuota resmi dari pemerintah, tetapi pelaksanaannya dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah mengantongi izin dari Kemenag.<\/li>\n<li>Adapun Haji Furoda atau Haji Mujamalah memanfaatkan kuota undangan langsung dari Pemerintah Arab Saudi. Meskipun tidak melalui jalur kuota reguler, penyelenggaraannya tetap harus dilakukan oleh PIHAK resmi yang terdaftar dan berada di bawah pengawasan Kemenag. Travel atau lembaga yang tidak memiliki izin tidak diperkenankan menyelenggarakan program Haji Furoda dalam bentuk apapun.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"3386561724\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>\n<h4>Segi Biaya<\/h4>\n<ul>\n<li>Haji Reguler: Paling terjangkau karena disubsidi pemerintah. Biaya berkisar Rp 46,9 juta \u2013 Rp 60,9 juta, tergantung embarkasi.<\/li>\n<li>Haji Khusus (ONH Plus): Lebih mahal dengan layanan lebih baik dan antrean lebih singkat. Biaya sekitar USD 8.000 (Rp 129 juta-an).<\/li>\n<li>Haji Furoda: Paling mahal karena tanpa antrian dan layanan premium. Biaya antara USD 16.500 \u2013 25.000 (Rp 277 juta \u2013 420 juta).<\/li>\n<li>Catatan: Biaya bisa berubah tergantung kebijakan penyelenggara dan kurs dollar.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Waktu Tunggu Keberangkatan Haji<\/h4>\n<ul>\n<li>Haji Reguler biasanya memiliki antrian yang panjang dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa pergi haji. Di sejumlah daerah, jemaah bisa menunggu belasan hingga puluhan tahun karena kuota terbatas dan banyaknya pendaftar.<\/li>\n<li>Sebaliknya, Haji Khusus (ONH Plus) menawarkan waktu tunggu yang jauh lebih singkat, rata-rata 5\u20139 tahun, tergantung kebijakan kuota dari PIHK.<\/li>\n<li>Sementara itu, Haji Furoda menjadi pilihan bagi yang ingin berangkat tanpa antrian. Selama semua dokumen lengkap, jemaah bisa diberangkatkan pada tahun yang sama saat mendaftar.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"9732478221\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Fasilitas dan Layanan<\/h4>\n<ul>\n<li>Haji Reguler menyediakan fasilitas standar pemerintah, mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Biasanya, hotel yang digunakan cukup jauh dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.<\/li>\n<li>Haji Khusus menawarkan fasilitas lebih baik, seperti hotel yang lebih dekat dengan area ibadah dan layanan logistik yang lebih nyaman.<\/li>\n<li>Sementara itu, Haji Furoda menghadirkan layanan paling eksklusif, termasuk hotel bintang lima dekat lokasi ibadah dan layanan personal yang mendukung kenyamanan maksimal.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Bedanya Haji Reguler, Haji Khusus, dan Haji Furoda? Cek Selengkapnya Disini Menunaikan ibadah haji&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-12971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12971"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12971\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12975,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12971\/revisions\/12975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}