{"id":13212,"date":"2025-04-30T09:56:01","date_gmt":"2025-04-30T02:56:01","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=13212"},"modified":"2025-04-30T09:56:01","modified_gmt":"2025-04-30T02:56:01","slug":"daftar-uang-yang-ditarik-oleh-bank-indonesia-2025-simak-beritanya-di-sini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/daftar-uang-yang-ditarik-oleh-bank-indonesia-2025-simak-beritanya-di-sini\/","title":{"rendered":"Daftar Uang yang Ditarik oleh Bank Indonesia 2025, Simak Beritanya di Sini!"},"content":{"rendered":"<h2>Daftar Uang yang Ditarik oleh Bank Indonesia 2025, Simak Beritanya di Sini!<\/h2>\n<p>Bank Indonesia (BI) kembali mengumumkan pencabutan dan penarikan empat pecahan uang kertas rupiah dari peredaran. Keempat pecahan tersebut merupakan uang kertas Tahun Emisi 1979, 1980, dan 1982. Masyarakat yang masih memiliki uang ini dihimbau segera menukarkannya sebelum batas waktu yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penukaran dapat dilakukan di Kantor Pusat Bank Indonesia hingga 30 April 2025. Setelah lewat dari tanggal tersebut, uang yang belum ditukarkan tidak akan memiliki nilai tukar lagi.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Daftar Uang Kertas yang Ditarik oleh BI<\/h3>\n<p>Berikut adalah empat pecahan uang kertas yang resmi ditarik dari peredaran:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Pecahan Rp 10.000 Tahun Emisi 1979<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pecahan Rp 5.000 Tanda Tahun 1980<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 1980<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pecahan Rp 500 Tanda Tahun 1982<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pencabutan dan penarikan ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 24\/105\/KEP\/DIR tanggal 31 Maret 1992. Langkah ini rutin dilakukan Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat, menyesuaikan dengan masa edar dan perkembangan teknologi fitur keamanan uang kertas.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"3386561724\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Alasan Penarikan Uang Kertas<\/h3>\n<p>Ramdan menegaskan, keputusan pencabutan uang dilakukan dengan berbagai pertimbangan, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Masa edar uang yang sudah cukup lama<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Diterbitkannya uang emisi baru dengan fitur keamanan (security features) yang lebih canggih<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Menyesuaikan perkembangan teknologi dalam sistem keuangan<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"9732478221\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Cara Menukarkan Uang yang Ditarik<\/h3>\n<p>Bagi masyarakat yang memiliki pecahan uang kertas yang sudah dicabut, berikut langkah-langkah untuk melakukan penukaran:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Cek kondisi uang \u2014 pastikan uang yang akan ditukar masih dapat dikenali keasliannya.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kunjungi Kantor BI \u2014 datangi Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta atau Kantor Perwakilan BI di daerah.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Bawa identitas diri \u2014 seperti KTP atau kartu identitas lain yang masih berlaku.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Isi formulir penukaran \u2014 petugas akan memverifikasi uang dan memproses penukaran.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Terima uang pengganti \u2014 jika lolos verifikasi, Anda akan menerima uang pengganti yang masih berlaku.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\nBank Indonesia mengingatkan, penukaran uang yang sudah dicabut berlaku maksimal 10 tahun sejak tanggal pencabutannya. Untuk empat pecahan yang disebutkan, batas waktu terakhir adalah 30 April 2025.<\/p>\n<p>Jika lewat dari batas waktu tersebut, uang tersebut akan kehilangan nilai tukarnya secara resmi.<\/p>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai daftar uang lain yang telah dicabut dan masih dapat ditukarkan, masyarakat dapat mengakses situs resmi Bank Indonesia di www.bi.go.id.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daftar Uang yang Ditarik oleh Bank Indonesia 2025, Simak Beritanya di Sini! Bank Indonesia (BI)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13215,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-13212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13212"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13216,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13212\/revisions\/13216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}