{"id":1816,"date":"2024-08-03T11:03:44","date_gmt":"2024-08-03T04:03:44","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=1816"},"modified":"2024-09-13T11:40:47","modified_gmt":"2024-09-13T04:40:47","slug":"deretan-judul-film-bertema-kemerdekaan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/deretan-judul-film-bertema-kemerdekaan-indonesia\/","title":{"rendered":"Deretan Judul Film Bertema Kemerdekaan Indonesia"},"content":{"rendered":"<h1>Deretan Judul Film Bertema Kemerdekaan Indonesia<\/h1>\n<p>Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus selalu menjadi inspirasi bagi dunia perfilman. Salah satunya adalah produksi film bertema kemerdekaan Indonesia. Film bertema kemerdekaan Indonesia biasanya meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Beberapa film tersebut berkisah tentang kolonialisme Belanda di Indonesia. Namun ada pula yang membicarakan kolonialisme Jepang di Indonesia. Tidak hanya berlatar era kolonial, namun ada pula film yang menggambarkan perjuangan hidup para pahlawan dan tokoh bangsa dalam membangun kemerdekaan Indonesia. Beberapa diantaranya juga akan memperkenalkan Anda pada film perang terbaik Indonesia.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h2>Merah Putih (2009)<\/h2>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Merah Putih (HD on Flik) - Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ze4nhYW1v2c?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nFilm Merah Putih menceritakan tentang sejarah perjuangan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan. Saat itu, Belanda kembali ke Indonesia untuk merebut kembali Indonesia. Namun, para pejuang Indonesia yang tidak terima kembali melawan Belanda setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Aktor ternama seperti Lukman Sardi, Teuku Rifnu Wikana, Darius Sinathrya, hingga Donny Alamsyah hadir memerankan para pejuang Kemerdekaan.<\/li>\n<li>\n<h3>Sang Kiai (2013)<\/h3>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"2013 - Trailer Film SANG KIAI | Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy&#039;ari\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/eQoVWCNT3_0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nCeritanya berlatar pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942. Atas tindakan berani seorang kiai bernama KH Hasyim Asyari menolak melakukan Seikerei karena menyimpang dari akidah agama Islam, ia ditangkap oleh militer Jepang. Harun (Adipati Dolken), salah satu murid KH Hasyim Ashari, menggerakkan para mahasiswa untuk melakukan demonstrasi menuntut pembebasan Hasyim Ashari. Namun cara ini justru menambah jumlah korban.<br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/li>\n<li>\n<h3>Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)<\/h3>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Film Soekarno Indonesia Merdeka Official Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/UuhB8EZhPxg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nFilm tersebut bercerita tentang seorang pria bernama Kusno yang sejak dini mudah terserang penyakit hingga orang tuanya mengganti nama anaknya menjadi Soekarno.Bercerita tentang pertarungan yang dilalui Ir. Soekarno bersama kawan-kawannya berharap bisa mencapai kemerdekaan Indonesia. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya beliau berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang setiap tahun kita rayakan hingga saat ini.<br \/>\n<script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/li>\n<li>\n<h3>Jenderal Soedirman (2015)<\/h3>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Jenderal Soedirman | 2015 | Official Trailer Film Indonesia\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ZE9FJ2QuijY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nFilm tersebut bercerita tentang perjalanan Jenderal Sudirman yang memimpin kekuatan tempur gerilya yang mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.<br \/>\nSaat itu, Jenderal Sudirman dikabarkan tetap berjuang meski menderita penyakit paru-paru. Saat itu, ia menjadikan Jawa sebagai medan perang gerilya dan membuat tentara Belanda kewalahan. Pertempuran Jenderal Soedirman membuat tentara Belanda kekurangan logistik dan waktu<br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/li>\n<li>\n<h3>Hati Merdeka (2011)<\/h3>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Hati Merdeka (HD on Flik) - Trailer\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hiHZVWalWV4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nSekuel ketiga setelah Merah Putih dan Darah Garuda melanjutkan kisah Amir (Lukman Sardi) dan kawan-kawan. Kali ini Amir mengumumkan pengunduran dirinya dari militer, meninggalkan teman-temannya tanpa pemimpin. Thomas (Donny Alamsyah) juga ditunjuk sebagai pemimpin baru. Film tersebut menggambarkan pertempuran tentara melawan tentara Kolonel Raymer di Bali.<\/li>\n<li>\n<h3>Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)<\/h3>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"OFFICIAL TRAILER GURU BANGSA: TJOKROAMINOTO\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ubpILMZ9yLs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nFilm yang menggambarkan kolonialisme Belanda di Indonesia ini menggambarkan kehidupan Tjokroaminoto (Reza Rahadian) yang berasal dari keluarga bangsawan dan memiliki latar belakang Islam yang kuat. Namun ia memutuskan untuk meninggalkan status bangsawannya dan hidup mandiri bersama istri dan anak-anaknya di Surabaya. Di sana ia bertemu Haji Samanhoedi dan diminta menjadi ketua organisasi Islam Sarekat Islam yang kerap menentang kolonialisme Belanda.<br \/>\n<script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/li>\n<li>\n<h3>Perburuan (2019)<\/h3>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Official Trailer PERBURUAN  | 15 Agustus 2019 di Bioskop\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/v6K4H1VPR9U?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><br \/>\nSesuai dengan judulnya, film ini bercerita tentang pengejaran pemerintah Jepang terhadap mantan tentara PETA bernama Hardo (Adipati Dolken). Nyatanya, Hardo dan PETA berhasil dikalahkan oleh militer Jepang. Namun Hardo tetap dikejar hingga kampung halamannya. Tampaknya militer Jepang mengejar Haldo dengan bantuan para kerabatnya yang telah mengkhianatinya.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deretan Judul Film Bertema Kemerdekaan Indonesia Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-1816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1816"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4891,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1816\/revisions\/4891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}