{"id":19477,"date":"2025-12-07T11:51:50","date_gmt":"2025-12-07T04:51:50","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=19477"},"modified":"2025-12-07T12:15:18","modified_gmt":"2025-12-07T05:15:18","slug":"desil-bansos-cara-mengetahui-apakah-anda-penerima-blt-pkh-atau-bpnt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/desil-bansos-cara-mengetahui-apakah-anda-penerima-blt-pkh-atau-bpnt\/","title":{"rendered":"Desil Bansos: Cara Mengetahui Apakah Anda Penerima BLT, PKH, atau BPNT"},"content":{"rendered":"<h2><strong>Desil Bansos: Cara Mengetahui Apakah Anda Penerima BLT, PKH, atau BPNT<\/strong><\/h2>\n<p>Bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi. Namun, banyak orang masih bingung mengenai istilah desil, yang menjadi salah satu indikator penentuan penerima bansos.<\/p>\n<p>Pemerintah memperbarui data desil setiap bulan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Untuk mengetahui apakah keluarga Anda masih masuk dalam kategori penerima bansos, pengecekan dapat dilakukan melalui website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau lewat Aplikasi Cek Bansos.<\/p>\n<p>Berikut penjelasan lengkap mengenai desil serta cara mengeceknya.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Apa Itu Desil?<\/h3>\n<p>Desil adalah istilah dalam statistik yang membagi suatu populasi ke dalam 10 kelompok yang masing-masing mewakili 10% dari keseluruhan data.<\/p>\n<p>Dalam konteks bantuan sosial, desil digunakan sebagai indikator tingkat kesejahteraan rumah tangga\u2014mulai dari kelompok paling miskin hingga kelompok paling sejahtera.<\/p>\n<p>Di Indonesia, konsep desil sangat penting dalam sistem perlindungan sosial karena membantu pemerintah menentukan siapa yang paling layak menerima bantuan berdasarkan indikator sosial dan ekonomi.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Bagaimana Desil Ditentukan?<\/h3>\n<h4>Menurut penjelasan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, penentuan desil dilakukan berdasarkan data yang bersumber dari beberapa sistem utama, terutama:<\/h4>\n<h5>1. DTKS \/ DSEN<\/h5>\n<p>Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berisi informasi rumah tangga miskin dan rentan miskin. Saat ini, DTKS telah ditransformasikan menjadi Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN).<\/p>\n<h5>2. P3KE<\/h5>\n<h6>P3KE (Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) merupakan basis data yang lebih mendetail dan mencakup berbagai indikator seperti:<\/h6>\n<ul>\n<li>Kondisi rumah<\/li>\n<li>Pekerjaan dan penghasilan<\/li>\n<li>Pengeluaran rumah tangga<\/li>\n<li>Pendidikan<\/li>\n<li>Akses air bersih dan listrik<\/li>\n<li>Kesehatan<\/li>\n<li>Kondisi khusus (disabilitas, lansia, ibu hamil, anak sekolah)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setiap rumah tangga akan memperoleh skor kesejahteraan dari data tersebut. Skor inilah yang kemudian digunakan untuk mengelompokkan mereka ke dalam 10 desil.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Fungsi Desil dalam Penyaluran Bansos<\/h3>\n<h4>Desil digunakan sebagai alat bantu pemerintah untuk:<\/h4>\n<h5>1. Menentukan Prioritas Penerima<\/h5>\n<h6>Karena anggaran tidak bisa mencakup semua warga, desil membantu memprioritaskan warga yang paling membutuhkan:<\/h6>\n<ul>\n<li>Desil 1 \u2192 Sangat miskin<\/li>\n<li>Desil 2\u20134 \u2192 Miskin dan rentan miskin<\/li>\n<li>Desil 5\u201310 \u2192 Mampu hingga sangat mampu<\/li>\n<\/ul>\n<h5>2. Menghindari Salah Sasaran<\/h5>\n<h6>Adanya desil membantu mencegah:<\/h6>\n<ul>\n<li>Warga mampu menerima bantuan<\/li>\n<li>Warga miskin yang justru tidak terdata<\/li>\n<\/ul>\n<h5>3. Memantau Perubahan Kesejahteraan<\/h5>\n<h6>Desil bersifat dinamis. Contohnya:<\/h6>\n<ul>\n<li>Desil 2 bisa naik ke desil 5 jika pendapatan meningkat<\/li>\n<li>Desil 6 bisa turun ke desil 3 jika kehilangan pekerjaan<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Cara Mengecek Status Desil<\/h3>\n<p>Anda tidak perlu lagi datang ke kantor dinas sosial.<\/p>\n<h4>Saat ini, pengecekan bisa dilakukan melalui dua cara:<\/h4>\n<h5>1. Melalui Website Resmi Kemensos<\/h5>\n<h6>Langkah-langkahnya:<\/h6>\n<ul>\n<li>Buka browser di HP atau komputer<\/li>\n<li>Kunjungi https:\/\/cekbansos.kemensos.go.id\/<\/li>\n<li>Pilih wilayah domisili (provinsi, kabupaten\/kota, kecamatan, desa\/kelurahan)<\/li>\n<li>Masukkan nama lengkap<\/li>\n<li>Isi kode captcha<\/li>\n<li>Klik CARI DATA<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika nama Anda terdaftar, sistem akan menampilkan informasi penerima bansos sesuai data KTP. Jika tidak, halaman akan tampil kosong atau memberi notifikasi bahwa nama tidak ditemukan.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h5>2. Melalui Aplikasi Cek Bansos<\/h5>\n<p>Anda juga bisa mengecek status desil dan bantuan melalui aplikasi resmi Kemensos.<\/p>\n<h6>Cara menggunakannya:<\/h6>\n<ul>\n<li>Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store<\/li>\n<li>Registrasi akun dengan menyiapkan KTP dan KK<\/li>\n<li>Unggah foto KTP dan swafoto memegang KTP<\/li>\n<li>Tunggu verifikasi admin<\/li>\n<li>Login setelah akun disetujui<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h5>Di dalam aplikasi tersedia menu \u201cCek Bansos\u201d yang memuat:<\/h5>\n<ul>\n<li>Status penerima<\/li>\n<li>Jenis bantuan<\/li>\n<li>Periode penyaluran<\/li>\n<li>Riwayat penerimaan<\/li>\n<li>Informasi desil keluarga<\/li>\n<li>Fitur sanggah dan usulan penerima<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Siapa yang Diprioritaskan Menerima Bansos?<\/h3>\n<p>Pada akhir 2025, pemerintah masih menggunakan data DTKS\/DSEN sebagai acuan utama.<\/p>\n<h4>Prioritas utama diberikan kepada:<\/h4>\n<h5>1. Desil 1 (Sangat Miskin)<\/h5>\n<p>Kelompok ini biasanya menerima bantuan lengkap, seperti PKH ditambah BPNT atau bantuan pangan lainnya.<\/p>\n<h5>2. Desil 2\u20134 (Miskin \u2013 Rentan Miskin)<\/h5>\n<h6>Mereka tetap bisa menerima bantuan, tetapi jenisnya dapat berbeda, misalnya:<\/h6>\n<ul>\n<li>BPNT<\/li>\n<li>Bantuan pangan<\/li>\n<li>Bantuan energi<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h5>3. Keluarga dengan Anggota Rentan<\/h5>\n<h6>Peluang lebih besar diberikan kepada keluarga yang memiliki:<\/h6>\n<ul>\n<li>Ibu hamil\/menyusui<\/li>\n<li>Balita<\/li>\n<li>Anak sekolah (SD\u2013SMA)<\/li>\n<li>Lansia 70+<\/li>\n<li>Penyandang disabilitas berat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kehadiran komponen rentan ini meningkatkan kesempatan keluarga untuk menjadi penerima PKH.<\/p>\n<h3>Penutup<\/h3>\n<p>Itulah penjelasan mengenai desil dan cara mengecek status penerima bansos. Pastikan untuk memeriksa data secara berkala agar mengetahui apakah Anda masih masuk dalam kelompok penerima atau tidak. Semoga bermanfaat!<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desil Bansos: Cara Mengetahui Apakah Anda Penerima BLT, PKH, atau BPNT Bantuan sosial (bansos) dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19478,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[534,125,2266,2264,2265,35,180],"class_list":["post-19477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bansos","tag-aplikasi-cek-bansos","tag-bpnt","tag-cara-mengecek-status-desil","tag-desil-bansos","tag-penerima-blt","tag-penyaluran-bansos","tag-pkh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19477"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19494,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19477\/revisions\/19494"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}