{"id":25254,"date":"2026-01-02T19:20:52","date_gmt":"2026-01-02T12:20:52","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=25254"},"modified":"2026-01-02T21:22:54","modified_gmt":"2026-01-02T14:22:54","slug":"pkh-bpnt-masih-cair-ini-5-bansos-januari-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/pkh-bpnt-masih-cair-ini-5-bansos-januari-2026\/","title":{"rendered":"PKH\u2013BPNT Masih Cair, Ini 5 Bansos Januari 2026"},"content":{"rendered":"<h2><strong>PKH\u2013BPNT Masih Cair, Ini 5 Bansos Januari 2026<\/strong><\/h2>\n<p>PKH\u2013BPNT Masih Cair, Ini 5 Bansos Januari 2026. Pemerintah sedang mempersiapkan beragam program bantuan sosial yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.<\/p>\n<p>Kegiatan ini ditujukan untuk membantu jutaan Keluarga Penerima Manfaat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung kelanjutan pendidikan anak-anak.<\/p>\n<p>Rencananya, penyaluran bantuan sosial akan dimulai pada Januari 2026 dan akan dilakukan secara bertahap mengikuti mekanisme yang telah ditentukan untuk masing-masing program.<\/p>\n<p>Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan berdasarkan pada data penerima yang telah terverifikasi agar tepat sasaran.<\/p>\n<p>Beberapa program bantuan sosial yang sudah ada akan tetap dilanjutkan pada tahun 2026, seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non-Tunai, dan Program Indonesia Pintar.<\/p>\n<p>Program-program ini selama ini menjadi alat utama dalam perlindungan sosial bagi masyarakat yang berada dalam kondisi miskin dan rentan.<\/p>\n<p>PKH bertujuan untuk membantu keluarga miskin dengan memenuhi kategori tertentu, seperti ibu hamil, anak-anak kecil, pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia.<\/p>\n<p>Sementara itu, BPNT bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar, dan PIP difokuskan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n<p>Pemerintah berharap kelanjutan program bantuan sosial ini dapat mempertahankan daya beli masyarakat, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana dengan BLT Kesejahteraan Rakyat dan Bantuan Subsidi Upah? Apakah keduanya juga akan tersedia lagi pada tahun 2026?<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Berikut adalah ringkasan 5 program bantuan sosial yang diperkirakan akan berlangsung sepanjang tahun 2026, terinspirasi dari berbagai sumber.<\/p>\n<p>1. Program Keluarga Harapan (PKH)<br \/>\nPKH akan tetap menjadi salah satu program unggulan dari Kementerian Sosial yang berlanjut pada tahun 2026. Bantuan ini akan diberikan dalam bentuk tunai atau non-tunai melalui bank atau kantor pos selama satu tahun anggaran.<\/p>\n<p>Para penerima PKH terdiri dari keluarga yang termasuk kategori miskin dan sangat miskin, mulai dari ibu hamil, anak usia dini, pelajar, penyandang disabilitas berat, hingga lansia.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari PKH adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima, mengurangi beban biaya, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Calon penerima harus terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Bantuan akan disalurkan empat kali dalam setahun dengan jumlah yang berbeda-beda sesuai kategori.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\nRincian jumlah PKH 2026 per kategori adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>Ibu hamil\/nifas: Rp 3.000.000 per tahun<br \/>\nAnak usia 0\u20136 tahun: Rp 3.000.000 per tahun<br \/>\nAnak SD: Rp 900.000 per tahun<br \/>\nAnak SMP: Rp 1.500.000 per tahun<br \/>\nAnak SMA: Rp 2.000.000 per tahun<br \/>\nPenyandang disabilitas berat: Rp 2.400.000 per tahun<br \/>\nLansia berusia 60 tahun ke atas: Rp 2.400.000 per tahun<br \/>\nKorban pelanggaran HAM berat: Rp 10.800.000 per tahun<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\n2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)<br \/>\nBPNT, yang juga dikenal sebagai bantuan sembako, akan tetap dilanjutkan pada tahun 2026. Program ini ditujukan kepada keluarga miskin dan rentan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.<\/p>\n<p>Menurut informasi dari Kementerian Sosial, besaran BPNT ditetapkan sebesar Rp 200.000 per Keluarga Penerima Manfaat per bulan, dan akan disalurkan melalui mekanisme baik tunai maupun non-tunai.<\/p>\n<p>Penyaluran dapat dilakukan setiap bulan, dua bulan sekali, atau tiga bulan sekali sesuai dengan kebijakan pemerintah, dan sering kali digabungkan dengan bantuan sosial lainnya.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\nKelompok penerima BPNT terdiri dari:<\/p>\n<p>&#8211; Penyandang disabilitas tunggal<br \/>\n&#8211; Lansia tunggal<br \/>\n&#8211; Keluarga Penerima Manfaat yang memiliki anggota lansia atau disabilitas<br \/>\n&#8211; Keluarga Penerima Manfaat dengan kepala keluarga berusia 40\u201359 tahun<br \/>\n&#8211; Keluarga Penerima Manfaat dengan kepala keluarga berusia di bawah 40 tahun<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\n3. Program Indonesia Pintar (PIP)<\/p>\n<p>Di tahun 2026, Program Indonesia Pintar dari Kemendikbudristek akan tetap disalurkan untuk membantu biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu.<\/p>\n<p>PIP mencakup siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA\/sederajat dengan besaran bantuan yang ditetapkan:<\/p>\n<p>SD\/Paket A: Rp 450.000 per tahun<br \/>\nSMP\/Paket B: Rp 750.000 untuk satu tahun<br \/>\nSMA\/SMK\/Paket C: Rp 1.000.000 untuk satu tahun<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\nBagi siswa yang berada di kelas akhir, jumlahnya disesuaikan:<\/p>\n<p>Kelas 6 SD: Rp 225.000<br \/>\nKelas 9 SMP: Rp 375.000<br \/>\nKelas 12 SMA\/SMK: Rp 900.000<br \/>\nMulai tahun 2026, PIP akan diperluas untuk mencakup pendidikan taman kanak-kanak sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun. Sekitar 888 ribu siswa TK akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 450. 000 setiap tahun.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"7381647052\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\n4. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)<br \/>\nBLT Dana Desa akan tetap menjadi fokus penggunaan Dana Desa pada tahun 2026, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem.<\/p>\n<p>Penerima BLT-DD ditentukan berdasarkan DTSEN dan melalui proses verifikasi di tingkat desa. Penentuan ini dilakukan melalui musyawarah dalam Musdesus agar bantuan tepat sasaran.<\/p>\n<p>Jumlah bantuan BLT-DD biasanya sebesar Rp 300.000 setiap bulan, dan jadwal pencairannya dapat bervariasi di setiap desa, baik bulanan, dua bulanan, ataupun tiga bulanan.<\/p>\n<p>Perlu diketahui bahwa penerima PKH dan BPNT umumnya tidak berhak menerima BLT Dana Desa.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"3386561724\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><br \/>\n5. Bantuan Iuran BPJS Kesehatan<br \/>\nPemerintah juga melanjutkan bantuan untuk iuran JKN bagi masyarakat yang termasuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).<\/p>\n<p>Jumlahnya sebesar Rp 42.000 per orang per bulan, yang langsung disetorkan ke BPJS Kesehatan. Dengan adanya bantuan ini, peserta PBI dapat menikmati layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran bulanan.<br \/>\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\"\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\"\n     style=\"display:block\"\n     data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\"\n     data-ad-slot=\"9732478221\"\n     data-ad-format=\"auto\"\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PKH\u2013BPNT Masih Cair, Ini 5 Bansos Januari 2026 PKH\u2013BPNT Masih Cair, Ini 5 Bansos Januari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":25255,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[5119,4961],"class_list":["post-25254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bansos","tag-ini-5-bansos-januari-2026","tag-pkh-bpnt-masih-cair"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25254"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25260,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25254\/revisions\/25260"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}