{"id":28342,"date":"2026-01-15T13:22:53","date_gmt":"2026-01-15T06:22:53","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=28342"},"modified":"2026-01-15T13:22:53","modified_gmt":"2026-01-15T06:22:53","slug":"cara-menurunkan-desil-bansos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/cara-menurunkan-desil-bansos\/","title":{"rendered":"Cara Menurunkan Desil Bansos agar PKH dan BPNT Cair Kembali, Bisa Lewat HP"},"content":{"rendered":"<p>Banyak penerima bantuan sosial PKH dan BPNT mengeluhkan bantuan yang tidak lagi cair. Salah satu penyebab paling umum adalah kenaikan desil kesejahteraan, terutama bagi keluarga yang tercatat berada di desil 6 hingga desil 10.<\/p>\n<p>Desil merupakan sistem pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat yang disusun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).<\/p>\n<p>Jika status desil meningkat, sistem akan menilai kondisi ekonomi keluarga sudah membaik sehingga hak bansos PKH dan BPNT dihentikan.<\/p>\n<p>Namun, bagi masyarakat yang secara nyata masih tergolong miskin atau miskin ekstrem, tetapi tercatat di desil tinggi, tersedia mekanisme penurunan atau pembaruan desil bansos. Kabar baiknya, proses ini kini bisa dilakukan secara online hanya lewat HP.<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h2>Siapa yang Berhak Mengajukan Penurunan Desil Bansos?<\/h2>\n<p>Mengacu pada penjelasan dari kanal YouTube Ach Haris Efendy, pengajuan penurunan desil kesejahteraan dapat dilakukan jika kondisi ekonomi tidak sesuai dengan data di sistem, dengan kriteria berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Masih tergolong keluarga miskin atau miskin ekstrem<\/li>\n<li>Tidak memiliki pekerjaan tetap<\/li>\n<li>Penghasilan tidak mencapai UMR<\/li>\n<li>Bukan PNS, PPPK, atau karyawan tetap perusahaan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebaliknya, apabila seseorang memiliki penghasilan tetap, gaji UMR, atau pekerjaan formal, maka pengajuan penurunan desil umumnya sulit disetujui karena tidak memenuhi syarat sebagai penerima bansos.<\/p>\n<h2>Cara Menurunkan Desil Bansos Lewat HP (Aplikasi Cek Bansos)<\/h2>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"3386561724\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Berikut langkah-langkah cara menurunkan desil PKH dan BPNT lewat HP menggunakan Aplikasi Cek Bansos:<\/p>\n<p>1. Unduh Aplikasi Cek Bansos<\/p>\n<p>Download aplikasi Cek Bansos resmi dari Google Play Store.<\/p>\n<p>2. Registrasi Akun<\/p>\n<p>Bagi pengguna baru, lakukan pendaftaran akun dengan mengisi data sesuai KTP dan KK.<\/p>\n<p>3. Masuk ke Menu Profil<\/p>\n<p>Setelah login, buka menu Profil untuk melihat status desil kesejahteraan Anda.<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"9732478221\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>4. Ajukan Pembaruan Desil<\/p>\n<p>Scroll ke bagian bawah informasi desil, lalu pilih menu Ajukan Pembaruan Desil dan ikuti instruksi pengajuan.<\/p>\n<p>5. Tunggu Proses Verifikasi dan Survei<\/p>\n<p>Data pengajuan akan diproses oleh Kementerian Sosial. Petugas akan melakukan survei lapangan (ground checking) ke rumah penerima untuk mencocokkan kondisi ekonomi sebenarnya.<\/p>\n<p>Petugas akan menilai:<\/p>\n<ul>\n<li>Kondisi rumah<\/li>\n<li>Kepemilikan aset<\/li>\n<li>Penghasilan keluarga<\/li>\n<\/ul>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Hasil survei ini menjadi dasar pembaruan data BPS untuk penyesuaian desil bansos.<\/p>\n<h2>Berapa Lama Proses Penurunan Desil Bansos?<\/h2>\n<p>Perlu diketahui, pembaruan desil tidak bersifat instan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pembaruan dilakukan setiap 3 bulan sekali.<\/p>\n<p>Contoh alur waktu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengajuan: Januari<\/li>\n<li>Proses verifikasi: Januari\u2013Maret<\/li>\n<li>Hasil pembaruan desil: April<\/li>\n<\/ul>\n<p>Artinya, masyarakat perlu bersabar menunggu siklus pembaruan data sebelum PKH dan BPNT bisa kembali cair.<\/p>\n<h2>Alternatif Cara Menurunkan Desil Selain Aplikasi<\/h2>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des2 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"3386561724\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Selain melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan desil melalui:<\/p>\n<ul>\n<li>Kantor desa atau kelurahan<\/li>\n<li>Sistem pendataan internal desa<\/li>\n<li>Dinas Sosial kabupaten\/kota setempat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pilih jalur yang paling mudah diakses sesuai kondisi wilayah masing-masing.<\/p>\n<h2>Pentingnya Pembaruan Desil untuk Ketepatan Sasaran Bansos<\/h2>\n<p>Sistem desil diterapkan agar penyaluran bansos PKH dan BPNT lebih tepat sasaran, karena kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des3 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"9732478221\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Melalui pembaruan data rutin setiap tiga bulan, diharapkan bantuan sosial benar-benar diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan. Masyarakat juga diimbau untuk aktif:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengajukan pembaruan data kepesertaan<\/li>\n<li>Melaporkan penerima bansos yang sudah tergolong mampu melalui aplikasi Cek Bansos<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan begitu, proses pendataan bansos akan lebih adil, transparan, dan akurat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak penerima bantuan sosial PKH dan BPNT mengeluhkan bantuan yang tidak lagi cair. Salah satu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":28348,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[54,3866,6529,2302,6530,6528,2499],"class_list":["post-28342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bansos","tag-bansos","tag-bansos-pkh-dan-bpnt","tag-bantuan-sosial-pkh-dan-bpnt","tag-cara-menurunkan-desil","tag-cara-menurunkan-desil-bansos","tag-cara-menurunkan-desil-bansos-lewat-hp","tag-cek-desil-bansos"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28342"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28351,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28342\/revisions\/28351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}