{"id":32171,"date":"2026-01-29T22:16:19","date_gmt":"2026-01-29T15:16:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=32171"},"modified":"2026-05-16T17:52:38","modified_gmt":"2026-05-16T10:52:38","slug":"39-juta-penerima-bansos-dihapus-dari-daftar-simak-infonya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/39-juta-penerima-bansos-dihapus-dari-daftar-simak-infonya\/","title":{"rendered":"3,9 Juta Penerima Bansos Dihapus dari Daftar, Simak Infonya"},"content":{"rendered":"<p>Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan bahwa 3,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) setelah dilakukan pemutakhiran data oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (27\/1\/2026).<\/p>\n<p>\u201cAda 3,9 juta keluarga penerima manfaat sudah tidak lagi menerima bansos karena menyesuaikan desil, graduasi, pemutakhiran, meninggal, karena terlibat judol [judi online] maupun karena ASN,\u201d kata Saifullah.<\/p>\n<h2>Penyaluran Bansos yang Melebihi Porsi<\/h2>\n<p>Dilansir dari <a href=\"https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20260127\/12\/1947697\/39-juta-penerima-bansos-dicoret-termasuk-pemain-judol\"><em>EkonomiBisnis,<\/em><\/a> selain pencoretan, Kemensos menemukan sejumlah kasus penyaluran bansos berlebih, termasuk 4,6 juta KPM yang telah menerima bantuan lebih dari 5 tahun. Dari jumlah tersebut:<\/p>\n<ul>\n<li>360.000 lebih KPM menerima bantuan lebih dari 18 tahun.<\/li>\n<li>2,7 juta lebih penerima masih berada dalam usia produktif.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, 11 juta penerima iuran telah dialihkan dari desil atas ke desil yang sesuai, yaitu desil 1 hingga desil 4, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.<\/p>\n<h2>Upaya Pemerintah Memperbaiki Akurasi Data<\/h2>\n<p>Saifullah menekankan bahwa pemerintah terus melakukan verifikasi lapangan dan membuka partisipasi publik untuk memastikan data bansos lebih akurat setiap tahun.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah temuan-temuan di lapangan yang terus kita berusaha sekuat tenaga tetap bisa melakukan ground check, kemudian membuka partisipasi masyarakat agar makin tahun tentu data kita makin akurat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h2>Digitalisasi Bansos untuk Penyaluran Lebih Tepat<\/h2>\n<p>Pemerintah tengah mematangkan skema digitalisasi bantuan sosial. Program ini tidak hanya dijalankan oleh Kemensos, tetapi juga melibatkan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP).<br \/>\nSejauh ini, program percontohan digitalisasi bansos telah dijalankan di Banyuwangi, Jawa Timur, menjangkau 357.000 KPM, dan akan diperluas ke 40 kabupaten\/kota.<\/p>\n<p>Saifullah menjelaskan, \u201cJadi piloting ini baru mencoba bersama-sama dengan tim besar yang dipimpin oleh Pak Luhut [Binsar Pandjaitan] untuk melakukan satu proses digitalisasi bansos. Hasilnya, ada 77% dinyatakan error ketika menggunakan data yang lama. Setelah diukur dengan DTSEN, error-nya menjadi turun 28,2%,\u201d<\/p>\n<p>Digitalisasi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan penyaluran dan memastikan bansos tepat sasaran, khususnya bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>3,9 juta penerima bansos dihapus dari daftar karena tidak lagi memenuhi syarat, dan pemerintah membuka kesempatan untuk verifikasi ulang bagi yang merasa masih layak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan bahwa 3,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi menerima bantuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":32175,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[8172,295,8170,8171],"class_list":["post-32171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bansos","tag-digitalisasi-bansos-untuk-penyaluran-lebih-tepat","tag-penerima-bansos","tag-penyaluran-bansos-yang-melebihi-porsi","tag-upaya-pemerintah-memperbaiki-akurasi-data"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32171"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36128,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32171\/revisions\/36128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}