{"id":32694,"date":"2026-01-31T10:50:58","date_gmt":"2026-01-31T03:50:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/?p=32694"},"modified":"2026-05-16T16:28:25","modified_gmt":"2026-05-16T09:28:25","slug":"kpm-pkh-bpnt-tahap-1-2026-perlu-tahu-exclude-bisa-jadi-alasan-gagal-cair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/kpm-pkh-bpnt-tahap-1-2026-perlu-tahu-exclude-bisa-jadi-alasan-gagal-cair\/","title":{"rendered":"KPM PKH BPNT Tahap 1 2026 Perlu Tahu, Exclude Bisa Jadi Alasan Gagal Cair"},"content":{"rendered":"<p>Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 2026 sangat dinantikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).<\/p>\n<p>Kabar baiknya, Kementerian Sosial memastikan bahwa bansos reguler, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), akan mulai disalurkan pada Februari 2026.<\/p>\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat (23\/1), menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan penyaluran bantuan untuk sekitar 18 juta KPM di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cBansos reguler tahap pertama ini rencananya mulai disalurkan Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako,\u201d ujarnya dikutip dari Antaranews.<\/p>\n<p>BPNT 2026 akan diberikan sebesar Rp200.000 per bulan per KPM, dan pencairannya dilakukan per triwulan. Dengan demikian, total bantuan untuk periode Januari\u2013Maret mencapai Rp600.000.<\/p>\n<p>Sementara itu, besaran PKH berbeda-beda, disesuaikan dengan kategori penerima, antara lain anak sekolah, lansia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak usia dini, dengan nominal Rp225.000\u2013Rp750.000 per tahap.<\/p>\n<p>Mekanisme penyaluran masih dilakukan melalui dua jalur, yaitu perbankan milik pemerintah (Himbara) dan PT Pos Indonesia.<\/p>\n<p>Namun, bagi KPM pemegang KKS yang saldo kartunya masih kosong, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.<\/p>\n<p>Salah satu penyebab bansos belum atau tidak tersalurkan adalah jika status KKS tertera \u201cexclude\u201d. Artinya, bansos tidak bisa dicairkan hingga status diperbaiki atau diverifikasi ulang.<\/p>\n<h2>Jenis-Jenis Status Exclude<\/h2>\n<ul>\n<li>Memiliki pekerjaan sehingga tidak berhak menerima bansos sesuai data BPATK.<\/li>\n<li>Tidak ada anggota keluarga yang terdaftar dalam program PKH.<\/li>\n<li>Diduga terkait pelanggaran atau keterlibatan tertentu menurut data BPATK.<\/li>\n<li>Bansos sebelumnya tidak digunakan sesuai tujuan atau peruntukan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika status bansos kamu termasuk salah satu di atas, jangan khawatir. Masih ada cara untuk mengembalikan status aktif sebagai penerima bantuan.<\/p>\n<h2>Solusi Kartu KKS Ter-Exclude<\/h2>\n<p>Langkahnya adalah mendatangi Dinas Sosial setempat. Bawa Kartu Keluarga (KK), KTP, Buku Tabungan, dan KKS.<br \/>\nDi sana, operator akan membantu mereaktivasi atau memperbarui data, sehingga status penerimaan bansos bisa dikaji ulang dan kembali aktif.<\/p>\n<h2>Cara Mengecek Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026<\/h2>\n<ol>\n<li>Buka Browser dan kunjungi laman resmi lewat <a href=\"https:\/\/cekbansos.kemensos.go.id\">https:\/\/cekbansos.kemensos.go.id<\/a><\/li>\n<li>Pilih Provinsi, Kabupaten\/Kota, Kecamatan, dan Desa\/Kelurahan sesuai domisili.<\/li>\n<li>Masukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai KTP.<\/li>\n<li>Ketik kode keamanan (captcha) yang muncul.<\/li>\n<li>Klik tombol \u201cCari Data\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sistem akan menampilkan apakah nama kamu terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT beserta status penyalurannya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>KPM PKH dan BPNT tahap 1 2026 harus memeriksa status KKS, karena jika tercatat exclude, bansos bisa tidak cair.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 2026 sangat dinantikan oleh Keluarga Penerima&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":32927,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[8402,8400,6719,8401],"class_list":["post-32694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bansos","tag-cara-mengecek-bansos-pkh-dan-bpnt-tahap-1-2026","tag-jenis-jenis-status-exclude","tag-kpm-pkh-bpnt","tag-solusi-kartu-kks-ter-exclude"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32694"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32694\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35953,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32694\/revisions\/35953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}