{"id":13574,"date":"2023-05-11T10:39:19","date_gmt":"2023-05-11T03:39:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/?p=13574"},"modified":"2025-01-18T07:39:51","modified_gmt":"2025-01-18T07:39:51","slug":"pengertian-supremasi-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/pengertian-supremasi-hukum\/","title":{"rendered":"Pengertian Supremasi Hukum"},"content":{"rendered":"<p><b style=\"color: #333333; font-size: 15px;\">Pengertian supremasi hukum<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah prinsip yang menyatakan bahwa hukum memiliki kedudukan tertinggi dan harus diterima sebagai acuan dalam segala hal, termasuk dalam mengatasi permasalahan sosial dan politik. Ini menjamin bahwa setiap individu dan kelompok harus mematuhi hukum yang berlaku, tanpa terkecuali, sehingga memastikan keadilan dan keteraturan dalam masyarakat.Supremasi hukum memiliki arti upaya untuk menegakkan dan mewujudkan kekuasaan hukum sebagai yang tertinggi dalam suatu masyarakat. Artinya, hukum harus diakui dan diterima sebagai standar pengatur dan pengendali bagi tindakan setiap individu dan kelompok, termasuk pemerintah dan aparat keamanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Supremasi hukum ini menjamin bahwa semua pihak harus mematuhi hukum dan bahwa tidak ada pihak yang dapat melakukan tindakan yang melanggar hukum. Oleh karena itu, supremasi hukum memegang peran penting dalam memastikan terciptanya keadilan dan stabilitas dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b style=\"color: #1d1f20; font-size: 1.953em;\">Pengertian Supremasi Hukum Menurut Para Ahli<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abdul Manan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abdul Manan menjelaskan bahwa supremasi hukum dapat diartikan sebagai upaya atau cara yang digunakan untuk mendukung dan menempatkan hukum pada kedudukan tertinggi di atas segalanya dan menjadikan hukum sebagai panglima atau panglima tertinggi yang dapat melindungi. serta menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Charles Himawan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Charles Himawan menjelaskan bahwa supremasi hukum adalah suatu siasat untuk menetapkan hukum agar dapat berfungsi sebagai panglima atau panglima tertinggi.<\/span><\/p>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Helmi, S.H., M.H<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">dalam<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jurnal Supremasi Hukum dalam Proses dan Mekanisme Impeachment Menurut UUD Tahun 1945<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0supremasi hukum berarti rasa keadilan yang bersumber dari hukum yang dibuat oleh akal budi manusia dan dijiwai dengan religiusitas rakyat Indonesia, sehingga konstitusional. supremasi hukum berada di atas kepentingan politik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Elemen Tegaknya Supremasi Hukum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen-elemen yang memastikan tegaknya supremasi hukum meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemandirian dari kekuasaan kehakiman untuk membuat keputusan yang merdeka dari pengaruh luar dan merupakan bagian integral dari sistem hukum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya peraturan hukum yang jelas, transparan, dan konsisten, sehingga dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat sistem yang memastikan bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum dapat dikenakan sanksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya partisipasi aktif masyarakat dalam memahami dan mematuhi hukum, sehingga memastikan terciptanya kesadaran hukum yang kuat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlindungan terhadap hak asasi manusia yang dilindungi oleh hukum, sehingga memastikan bahwa hukum digunakan untuk keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya elemen-elemen ini, tegaknya supremasi hukum dapat memastikan bahwa hukum memiliki kedudukan tertinggi dan memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tujuan Adanya Supremasi Hukum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa tujuan dari adanya supremasi hukum, antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Supremasi hukum membantu mengatur tingkah laku masyarakat dan memastikan bahwa setiap orang mematuhi aturan yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ini memastikan bahwa hukum tidak hanya berlaku untuk segelintir orang, melainkan untuk semua orang, tanpa terkecuali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Supremasi hukum memastikan bahwa hak asasi manusia dilindungi oleh hukum dan bahwa setiap orang memiliki perlindungan yang sama di bawah hukum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum yang konsisten dan diterima secara luas membantu memelihara stabilitas dan keamanan sosial dalam masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ini memastikan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab atas tindakannya dan bahwa mereka harus mematuhi hukum yang sama seperti masyarakat lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, supremasi hukum bertujuan untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki perlindungan yang sama di bawah hukum dan bahwa tingkah laku masyarakat dikendalikan oleh aturan yang adil dan objektif.<\/span><\/p>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h2><b>Asas supremasi hukum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asas supremasi hukum adalah prinsip yang menyatakan bahwa hukum merupakan unsur paling tinggi dan dominan dalam suatu sistem pemerintahan. Prinsip ini menyatakan bahwa segala bentuk kekuasaan, termasuk pemerintah, individu, dan organisasi, harus tunduk dan mematuhi hukum. Ini berarti bahwa hukum harus diakui dan dilaksanakan oleh semua pihak tanpa terkecuali. Asas supremasi hukum diantaranya adalah<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusunan dan penetapan peraturan perundang-undangan dan kebijakan publik harus dikoordinasikan dan mengedepankan semua prinsip transparansi, akuntabilitas dan perlindungan hak asasi manusia atau hak asasi manusia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan hukum dan kebijakan publik harus memiliki\u00a0 nilai yang\u00a0 mendukung pelaksanaan prinsip negara hukum. Hal ini\u00a0 menciptakan kepastian hukum baik bagi pengusaha maupun masyarakat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan dan petunjuk umum, semua lembaga administrasi negara harus dapat melaksanakan tugasnya secara lebih profesional dan jujur. Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik,\u00a0 korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat dihindari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sanksi yang dijatuhkan karena pelanggaran undang-undang dan ketertiban umum harus diterapkan menurut peraturan yang diterbitkan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lembaga negara harus dapat menjamin berfungsinya lembaga hukum, sumber daya manusia dan perangkat hukum. Hal ini dilakukan untuk menjamin terselenggaranya administrasi publik yang lebih bersih dan sesuai dengan asas hukum itu sendiri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian supremasi hukum adalah prinsip yang menyatakan bahwa hukum memiliki kedudukan tertinggi dan harus diterima sebagai acuan dalam segala hal, termasuk dalam mengatasi permasalahan sosial dan politik. Ini menjamin bahwa setiap individu dan kelompok harus mematuhi hukum yang berlaku, tanpa terkecuali, sehingga memastikan keadilan dan keteraturan dalam masyarakat.Supremasi hukum memiliki arti upaya untuk menegakkan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13575,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_tocer_settings":[],"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13574"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13574\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20272,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13574\/revisions\/20272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}