{"id":14712,"date":"2023-08-05T10:58:07","date_gmt":"2023-08-05T03:58:07","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/?p=14712"},"modified":"2025-01-20T11:13:20","modified_gmt":"2025-01-20T11:13:20","slug":"contoh-kasus-pelanggaran-ham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/contoh-kasus-pelanggaran-ham\/","title":{"rendered":"Contoh Kasus Pelanggaran HAM"},"content":{"rendered":"<h2>Contoh Kasus Pelanggaran HAM<\/h2>\n<p>&#8220;<a href=\"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/hak-asasi-manusia\/\">HAM<\/a>&#8221; adalah kependekan dari Hak Asasi Manusia. HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap individu sebagai manusia tanpa pandang ras, warna kulit, agama, gender, kebangsaan, atau status sosial. Hak Asasi Manusia dianggap universal, tidak dapat dicabut, dan harus dihormati oleh negara dan pihak-pihak lainnya tanpa pengecualian.<\/p>\n<p>Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terjadi ketika hak-hak dasar individu atau kelompok tidak dihormati atau dilanggar oleh pemerintah, individu, atau kelompok lainnya.<\/p>\n<h3>Contoh kasus pelanggaran HAM yang sering terjadi di berbagai negara<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Pelanggaran hak kemerdekaan berpendapat<\/h4>\n<p>Penangkapan, penahanan, atau penganiayaan terhadap wartawan, aktivis, atau warga sipil lainnya karena menyuarakan pendapat atau kritik terhadap pemerintah atau penguasa.<br \/>\n<script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/li>\n<li>\n<h4>Diskriminasi rasial atau etnis<\/h4>\n<p>Perlakuan tidak adil atau diskriminatif terhadap individu atau kelompok berdasarkan ras, etnis, atau asal-usul mereka.<\/li>\n<li>\n<h4>Pelanggaran hak asasi perempuan<\/h4>\n<p>Kekerasan fisik atau seksual, perlakuan diskriminatif di tempat kerja, atau pembatasan hak-hak perempuan seperti hak atas pendidikan dan kebebasan berbicara.<\/li>\n<li>\n<h4>Penahanan sewenang-wenang<\/h4>\n<p>Penahanan tanpa proses hukum yang adil atau tanpa tuduhan yang jelas, serta penahanan yang berkepanjangan tanpa persidangan.<\/li>\n<li>\n<h4>Tortur<\/h4>\n<p>Penggunaan penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan terhadap tahanan atau warga sipil.<br \/>\n<script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/li>\n<li>\n<h4>Hak atas privasi dan pemantauan massa<\/h4>\n<p>Pengumpulan data pribadi secara besar-besaran oleh pemerintah atau perusahaan tanpa izin dan tanpa alasan yang sah.<\/li>\n<li>\n<h4>Pengusiran paksa dan pelanggaran hak tanah<\/h4>\n<p>Penggusuran paksa warga dari tanah mereka tanpa ganti rugi yang adil atau tanpa konsultasi yang memadai.<\/li>\n<li>\n<h4>Hak pekerja dan hak buruh<\/h4>\n<p>Pelanggaran terhadap hak pekerja, termasuk upah yang tidak layak, kondisi kerja yang buruk, dan larangan hak untuk membentuk serikat pekerja.<\/li>\n<li>\n<h4>Pelanggaran hak sipil dan politik<\/h4>\n<p>Penangkapan dan penahanan sewenang-wenang terhadap aktivis politik, pembatasan kebebasan berekspresi, dan pelarangan partisipasi politik.<br \/>\n<script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/li>\n<li>\n<h4>Diskriminasi terhadap minoritas agama dan etnis<\/h4>\n<p>Diskriminasi terhadap kelompok agama atau etnis minoritas dalam akses terhadap pekerjaan, pendidikan, atau layanan publik.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Contoh Kasus Pelanggaran HAM &#8220;HAM&#8221; adalah kependekan dari Hak Asasi Manusia. HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap individu sebagai manusia tanpa pandang ras, warna kulit, agama, gender, kebangsaan, atau status sosial. Hak Asasi Manusia dianggap universal, tidak dapat dicabut, dan harus dihormati oleh negara dan pihak-pihak lainnya tanpa pengecualian. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14713,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_tocer_settings":[],"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-14712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14712"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20674,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14712\/revisions\/20674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}