{"id":19914,"date":"2025-01-13T10:42:18","date_gmt":"2025-01-13T10:42:18","guid":{"rendered":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/?p=19914"},"modified":"2025-01-25T16:29:13","modified_gmt":"2025-01-25T09:29:13","slug":"manfaat-kesehatan-durian-mitos-kolesterol-dan-tekanan-darah-tinggi-yang-perlu-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/manfaat-kesehatan-durian-mitos-kolesterol-dan-tekanan-darah-tinggi-yang-perlu-diketahui\/","title":{"rendered":"Manfaat Kesehatan Durian: Mitos Kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"<p><strong>Manfaat Kesehatan Durian: Mitos Kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Diketahui<\/strong><\/p>\n<p>Banyak orang yang percaya bahwa durian dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, banyak yang merasa khawatir dan berhati-hati dalam mengonsumsi buah ini. Namun, apakah benar durian dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi?<\/p>\n<p>Menurut Prof. Ir Ahmad Sulaeman, MS, PhD, seorang Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi di Fakultas Ekologi Institut Pertanian Bogor (IPB), durian tidak mengandung kolesterol. Hal ini karena durian termasuk dalam kelompok bahan nabati, sedangkan kolesterol hanya ditemukan pada produk hewani. Bahkan, jika ada kandungan seperti kolesterol dalam durian, itu merupakan fitosterol yang justru bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi kadar kolesterol.<\/p>\n<p>Sumber kolesterol dalam makanan umumnya adalah lemak jenuh yang terdapat dalam daging merah, makanan laut, dan produk susu. Durian, di sisi lain, mengandung lemak jenuh tunggal, yang dikenal dapat menyehatkan jantung dan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).<\/p>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Mengenai tekanan darah tinggi, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Global Health Research pada tahun 2020 menemukan bahwa konsumsi durian dalam jumlah sedikit tidak berdampak signifikan pada peningkatan tekanan darah. Namun, bagi mereka yang sudah mengidap hipertensi, disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengonsumsi durian dalam jumlah besar.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, durian memiliki berbagai manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dengan mengonsumsinya secara tepat. Berikut ini beberapa manfaat durian yang perlu diketahui:<\/p>\n<p><strong>1. Menyehatkan Jantung<\/strong><br \/>\nDurian kaya akan serat, yang sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Selain itu, durian juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang berperan dalam mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Durian juga mengandung magnesium dan kalium, dua nutrisi penting yang membantu mengatur tekanan darah, serta folat yang dapat mengatur kadar homosistein, asam amino yang berhubungan dengan kesehatan jantung.<\/p>\n<p><strong>2. Mengontrol Berat Badan<\/strong><br \/>\nDurian mengandung serat yang tinggi, yang dapat membantu dalam pengelolaan berat badan. Serat dapat memberi rasa kenyang lebih lama setelah makan, sehingga membantu menjaga berat badan ideal. Sebuah studi terhadap 345 orang menunjukkan bahwa asupan serat memiliki pengaruh besar terhadap pengendalian berat badan, terlepas dari jumlah kalori yang dikonsumsi.<\/p>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p><strong>3. Mendukung Kesehatan Pencernaan<\/strong><br \/>\nSerat dalam durian juga berperan dalam memperlancar sistem pencernaan dan melindunginya dari sembelit. Serat juga mendukung kesehatan usus dengan merangsang bakteri probiotik untuk melepaskan senyawa yang disebut short-chain fatty acids (SCFAs), yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan melindungi dari penyakit pencernaan seperti kanker usus besar.<\/p>\n<p><strong>4. Melindungi dari Penyakit Tertentu<\/strong><br \/>\nDurian kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi yang membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Kandungan vitamin C dalam durian berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit umum seperti kanker dan gangguan jantung. Selain itu, flavonoid dan karotenoid dalam durian membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.<\/p>\n<p><strong>5. Menyehatkan Otak<\/strong><br \/>\nVitamin C yang terkandung dalam durian juga bermanfaat untuk kesehatan otak. Sebuah penelitian melibatkan 80 orang dewasa yang lebih tua menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kadar vitamin C lebih tinggi dalam darah menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang melibatkan ingatan, perhatian, pengambilan keputusan, dan pengenalan dibandingkan mereka yang kadar vitamin C-nya lebih rendah.<\/p>\n<p><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words text-start [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"742ab67e-2e53-442a-833c-a67cb6ca61b9\" data-message-model-slug=\"gpt-4o-mini\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<p>Dengan demikian, meskipun durian sering dianggap dapat menyebabkan kolesterol dan darah tinggi, nyatanya durian justru memiliki banyak manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. Sebaiknya, konsumsi durian dilakukan dalam jumlah yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat Kesehatan Durian: Mitos Kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Diketahui Banyak orang yang percaya bahwa durian dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, banyak yang merasa khawatir dan berhati-hati dalam mengonsumsi buah ini. Namun, apakah benar durian dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi? Menurut Prof. Ir Ahmad Sulaeman, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19915,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_tocer_settings":[],"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[141,139,142,140,144,143],"class_list":["post-19914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-darah-tinggi","tag-durian","tag-kesehatan-jantung","tag-kolestrol","tag-manfaat-durian","tag-tekanan-darah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19914"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21417,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19914\/revisions\/21417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}