{"id":6509,"date":"2019-08-19T16:22:36","date_gmt":"2019-08-19T09:22:36","guid":{"rendered":"http:\/\/fahum.umsu.ac.id\/?p=6509"},"modified":"2019-08-19T16:25:15","modified_gmt":"2019-08-19T09:25:15","slug":"fakultas-hukum-pksk-gelar-diskusi-muhammadiyah-dan-kemerdekaan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/fakultas-hukum-pksk-gelar-diskusi-muhammadiyah-dan-kemerdekaan-indonesia\/","title":{"rendered":"FAKULTAS HUKUM &#038; PKSK Gelar Diskusi \u201cMuhammadiyah dan Kemerdekaan Indonesia\u201d"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"709\" height=\"525\" src=\"http:\/\/fahum.umsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153239-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6514\" srcset=\"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153239-1.png 709w, https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153239-1-300x222.png 300w, https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153239-1-255x189.png 255w\" sizes=\"(max-width: 709px) 100vw, 709px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Dalam rangka mempeingati HUT Kemerdekaan RI ke-74, Pusat Kajian \nStudi Konstitusi (PKSK) dan Fakultas Hukum&nbsp; Universitas Muhammadiyah \nSumatera Utara (UMSU) menggelar Diskusi Terarah dengan tajuk \n\u201cMuhammadiyah dan Kemerdekaan Indonesia\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Acara yang diadakan di Rumah Pohon Caf\u00e9, Ahad (18\/8) ini menghadirkan\n tiga narasumber, yakni&nbsp; Prof Dr Hasyimsyah Nasution MA (Ketua Pimpinan \nWilayah Muhammadiyah Sumut), Drs.&nbsp; Sohibul Anshor Siregar MSi (Pengamat \nsocial dan Dosen FISIP UMSU) dan Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak (Mantan \nKetua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegitan ini dibuka oleh Wakil Dekan I FH UMSU Faisal, SH., M.Hum yang juga Ketua Majelis Hukum dan HAM PW Muhammadiyah Sumut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"699\" height=\"510\" src=\"http:\/\/fahum.umsu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153324.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6515\" srcset=\"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153324.png 699w, https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153324-300x219.png 300w, https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Screenshot_20190819_153324-255x186.png 255w\" sizes=\"(max-width: 699px) 100vw, 699px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam paparannya, Prof Hasyimsyah menyampaikan bahwa tokoh-tokoh \nMuhammadiyah selalu hadir dalam pergulatan dan pembangunan Indonesia, \ndari sebelum kemerdekaan sampai saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGagasan dan pemikiran tokoh Muhammadiyah sebagai salah satu sumber Konstitusi RI,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu dicatat, kata Hasyimsyah, selain KH Ahmada Dahlan yang \nmerupakan pendiri Muhammadiyah ada banyak lagi tokoh muhammadiyah \nseperti Ki bagus hadikusumo, Ir. Djuanda,&nbsp; Kasman dan lainnya. Ir. \nDjuanda misalnya sebagai salah satu pembentuk NKRI dengan gagasannya \nmengatur wilayah perairan\/laut dari NKRI hingga sekarang dikenal dengan \n\u201cDeklarasi Djuanda\u201d.&nbsp; Kemudian Ki Bagus Hadikusumo sebagai salahsatu \ntokoh Muhammadiyah yang hadir pada sidang BPUPKI dan bahkan sidang PPKI \nyang bertugas menetapkan Konstitusi RI yakni UUD 1945.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, bahwa kita perlu\n menghidupkan kembali tradisi-tradisi dialog, karena dengan tradisi itu \nakan menghasilkan pemikiran-pemikiran dan gagasan yang berkemajuan untuk\n kepentingan bangsa dan negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia menegaskan, konstitusi dan dasar negara kita sudah final, jadi baiknya kita berhenti bicara soal radikalisme dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBaiknya kita bicara soal gerakan untuk membangun sesuai dengan \nKonstitusi untuk kesejahteraan agar terwujudnya cita-cita kemerdekaan \nitu sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepada kader-kader Muhammadiyah yang hari ini sudah masuk kedalam \npartai politik, ia berharap supaya &nbsp;membawa nilai-nilai kemuhammdiyahan \nitu ke partai politiknya masing-masing, bukan malah sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun Shohibul Anshor Siregar dalam presentasinya mengutip pidato \nBung Karno pada tanggal 1 juni 1945 yang menyampaikan jikalau umat Islam\n ingin membentuk peraturan dengan nilai-nilai keislaman maka pilihlah \nperwakilan-perwakilan umat islam sebanyaknya, begitu pula dengan kristen\n dan agama lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Ketua Lembaga Hikmah dan Kajian Publik PW Muhammadiyah Sumut \nini, hal tersebut mengisyaratkan kita untuk tidak gerah akan politik \nidentitas yang hari ini ramai dibicarakan, padahal bung karno sendiri \nmengajarkan itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cUmat dan generasi selanjutnya harus berfikir untuk dapat memberikan \ngagasan dalam membangun dengan prinsip keadilan. &nbsp;Keadilan dalam \nmensejahterakan,\u201d <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka mempeingati HUT Kemerdekaan RI ke-74, Pusat Kajian Studi Konstitusi (PKSK) dan Fakultas Hukum&nbsp; Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Diskusi Terarah dengan tajuk \u201cMuhammadiyah dan Kemerdekaan Indonesia\u201d. Acara yang diadakan di Rumah Pohon Caf\u00e9, Ahad (18\/8) ini menghadirkan tiga narasumber, yakni&nbsp; Prof Dr Hasyimsyah Nasution MA (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut), Drs.&nbsp; Sohibul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_tocer_settings":[],"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-6509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6509"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6516,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6509\/revisions\/6516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahum.umsu.ac.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}