Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan disalurkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta melalui PT Pos Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa meskipun jumlah kuota penerima tetap, daftar penerima manfaat dapat berubah.
Perubahan data ini terjadi karena adanya proses verifikasi rutin yang menyesuaikan kondisi penduduk yang terus berkembang.
“Sekarang sudah proses penyaluran. Nah, nanti pada bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar, karena dinamis dan terus diperbaharui. Ya. Alokasinya tetap sekitar 18 juta KPM. Jadi kalau ada yang keluar, berarti ada yang masuk sesuai alokasi yang ada,” kata Saifullah dilansir dari Antara, Rabu (28/1/2026).
Pembaruan data penerima mengacu pada hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.
Mekanisme ini bertujuan agar bantuan benar-benar tepat sasaran, dengan memasukkan warga yang kondisi ekonominya menurun serta mengeluarkan mereka yang sudah dianggap mampu. Selain itu, faktor kelahiran, kematian, dan perpindahan tempat tinggal juga ikut diperhitungkan.
Saifullah menegaskan bahwa status penerima bansos tidak bersifat tetap. Artinya, masyarakat yang menerima bantuan pada awal tahun belum tentu kembali mendapatkannya pada tahap berikutnya apabila data terbaru menunjukkan perubahan kondisi.
Besar Bantuan Sosial (Bansos) 2026
Dalam penyaluran kali ini, penerima BPNT mendapatkan bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan, yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan (Januari–Maret) sehingga totalnya Rp 600.000.
Sementara itu, besaran bantuan PKH berada di kisaran Rp 225.000 hingga Rp 750.000 per tahap, tergantung komponen anggota keluarga dalam Kartu Keluarga, seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos periode Februari 2026 secara mandiri melalui ponsel dengan menggunakan data KTP.
Seperti dilansir dari kompas.tv, berikut cara mengecek status penerima bansos 2026:
-
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos di Play Store atau App Store
- Buka aplikasi dan pilih opsi “Cek Bansos”
- Masukkan informasi yang sesuai KTP, seperti provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, serta nama lengkap
- Lakukan verifikasi captcha
- Klik “Cari Data”
- Jika terdaftar, informasi mengenai bansos PKH tahap I 2026 beserta status dan periode pencairan akan ditampilkan
-
Melalui Situs Cek Bansos Kemensos
- Kunjungi laman https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai tempat tinggal
- Masukkan nama lengkap yang tertera di KTP
- Ketik kode captcha
- Klik tombol “Cari Data”
- Jika terdaftar sebagai penerima PKH tahap I 2026, informasi mengenai bantuan serta periode pencairan akan muncul.
Dengan secara teratur memeriksa, masyarakat bisa memastikan bahwa mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial PKH 2026 dan mengetahui kapan bantuan yang menjadi hak mereka akan dicairkan.
Kesimpulan
Semoga bantuan sosial ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga penerima.
Sumber Referensi
- https://www.antaranews.com/berita/5381950/kemensos-pastikan-kuota-bansos-tetap-18-juta-kpm
- https://www.kompas.tv/info-publik/647694/kemensos-salurkan-bansos-februari-2026-untuk-18-juta-kpm-simak-besaran-dan-cara-ceknya#google_vignette
