• Pengelola Lab Fahum
    • Kegiatan Laboratorium
    • Pengelola Laboratorium
  • id ID
    • en EN
    • id ID
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni
Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut
No Result
View All Result

Kerajaan Aceh:Sejarah,Raja dan Peninggalannya

Annisa by Annisa
Januari 11, 2025
in Opini
0
Kerajaan Aceh:Sejarah,Raja dan Peninggalannya

Sejarah Kerajaan Aceh

Kerajaan Aceh Darussalam, juga dikenal sebagai Kesultanan Aceh, merupakan sebuah kerajaan Islam yang berdiri di provinsi Aceh, Indonesia.

Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatra dengan ibu kotanya di Banda Aceh Darussalam. Kerajaan ini merupakan kekuatan regional utama pada abad ke-16 dan ke-17 sebelum mengalami periode penurunan yang panjang.

Pada tahun 1496, Sultan Ali Mughayat Syah dinobatkan sebagai sultan pertama . Kemudian, pada masa Sultan Selim II dari Turki Utsmani, beberapa teknisi dan pembuat senjata dikirimkan ke Aceh, yang kemudian mampu memproduksi meriam sendiri dari kuningan .

Kerajaan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan Hindu dan Budha sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri).

Raja Kerajaan Aceh

1. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M)
2. Sultan Salahudin (1528-1537 M)
3. Sultan Alaudin Riayat Syah al-Kahar (1537-1568 M)
4. Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575 M)
5. Sultan Muda (1575 M)
6. Sultan Sri Alam (1575-1576 M)
7. Sultan Zain al-Abidin (1576-1577 M)
8. Sultan Ala’ al-Din Mansur Syah (1577-1589 M)
9. Sultan Buyong (1589-1596 M)
10. Sultan Ala’ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604 M)
11. Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607 M)
12. Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636 M)
13. Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M)
14. Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675 M)
15. Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678 M)
16. Sri Ratu Zagi al-Din Inayat Syah (1678-1688 M)
17. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699 M)
18. Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702 M)
19. Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703 M)
20. Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726 M)
21. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726 M)
22. Sultan Syams al-Alam (1726-1727 M)
23. Sultan Ala’ al-Din Ahmad Syah (1727-1735 M)
24. Sultan Ala al-Din Johan Syah (1735-1760 M)
25. Sultan Mahmud Syah (1760-1781 M)
26. Sultan Badr al-Din (1791-1795 M)
27. Sultan Sulaiman Syah (1795)
29. Alauddin Muhammad Daud Syah
29. Sultan Ala al-Din Jauhar al-Alam (1795-1915 M) dan (1818-1824 M)
30. Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818 M)
21. Sultan Muhammad Syah (1824-1938 M)
22. Sultan Suleiman Syah (1939-1957 M)
33. Sultan Mansur Syah (1857-1870 M)
24. Sultan Mahmud Syah (1870-1874 M)
25. Sultan Muhammad Daud Syah (1974-1903 M

Peninggalan Kerajaan Aceh

Peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam dapat dilihat dalam berbagai aspek, termasuk dalam bidang literatur dan militer. Syaikh Daud Rumy menerbitkan Risalah Masailal Muhtadin li Ikhwanil Muhtadi yang menjadi kitab pengantar di dayah sampai sekarang.

Syaikh Nuruddin Ar-Raniry setidaknya menulis 27 kitab dalam bahasa Melayu dan Arab. Yang paling terkenal adalah Sirath al-Mustaqim, kitab fiqih pertama terlengkap dalam bahasa Melayu .

Dalam bidang militer, pada masa Sultan Selim II dari Turki Utsmani, Aceh menerima pengiriman teknisi dan pembuat senjata, yang kemudian memungkinkan kerajaan ini untuk memproduksi meriam sendiri dari kuningan

Tags: kerajaan acehmasjid baiturrahman acehsejarah kerajaan aceh
Previous Post

Kerajaan Majapahit: Sejarah, Raja dan Peninggalannya

Next Post

Evolusi Sistem Pemerintahan Indonesia: Dari Masa ke Masa

Next Post
Evolusi Sistem Pemerintahan Indonesia: Dari Masa ke Masa

Evolusi Sistem Pemerintahan Indonesia: Dari Masa ke Masa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

By Categories

  • Agenda
  • Berita
  • Dosen Menulis
  • Education
  • Galeri
  • Info
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Kegiatan Fakultas
  • Kegiatan Mahasiswa
  • KKN Internasional
  • KKN Lokal
  • KKN Nasional
  • Kolom Alumni
  • National
  • Opini
  • Pengumuman
  • Politics
  • Prestasi
  • Program Studi
  • Social Media
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized
  • Visi & Misi

Gedung C Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238 Sumatera Utara, Indonesia
Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
Fax : 061- 6625474

© 2024 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Program Studi
  • Daftar Dosen
  • Berita
    • Galeri
    • Kegiatan Fakultas
    • Kegiatan Mahasiswa
    • LAB (BBH)
      • Kemahiran Hukum III & IV
      • Jadwal Peradilan Semu
  • Pengumuman
    • Jadwal Kuliah
  • Mahasiswa
    • Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi
    • Pendaftaran Sidang Skripsi
    • Upload Skripsi
    • Formulir Uji Kompetensi Program Studi
    • Formulir Permohonan Surat Riset
    • Formulir Permohonan Surat Aktif Kuliah
    • Formulir Surat Keputusan Proposal
    • Rekam Jejak Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Alumni
    • Blanko
  • KKN
    • KKN Lokal
    • KKN Nasional
    • KKN Internasional
  • Alumni

© 2025 FAHUM - UMSU.