16.000 Mahasiswa PTS Papua Terima KIP Kuliah
16.000 Mahasiswa PTS Papua Terima KIP Kuliah. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat menyampaikan bahwa sebanyak 16.000 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (PTS) di Tanah Papua telah mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah pusat.
Kepala LLDikti Wilayah XIV, Suriel Mofu, di Manokwari pada hari Jumat, menjelaskan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa di bagian timur Indonesia.
“Pemerintah pusat telah menginvestasikan sekitar Rp330 miliar setiap tahun untuk mendukung pendidikan mahasiswa di Tanah Papua. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut,” kata Suriel.
Ia menambahkan, jumlah mahasiswa tersebut adalah dari PTS dalam 3-4 tahun terakhir dan lebih diutamakan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi.
KIP Kuliah mencakup bantuan untuk biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa yang mencapai Rp8 juta per orang per tahun, dari semester I hingga akhir studi.
Namun, tidak semua mahasiswa telah menerima beasiswa dari pemerintah ini. Total mahasiswa PTS di enam provinsi di Tanah Papua mencapai 60.000 orang, sehingga masih ada 44.000 mahasiswa yang belum mendapatkan KIP Kuliah.
“Kami terus berusaha untuk memperjuangkan tambahan kuota. Tahun ini kami sudah menyalurkan 1.683 KIP Kuliah untuk mahasiswa PTS dan kami juga telah mengajukan penambahan 4.200 beasiswa untuk tahun berikutnya,” ujarnya.
Mengingat keterbatasan tersebut, LLDikti juga mendorong pemerintah daerah di Tanah Papua untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang belum terlayani oleh KIP Kuliah, khususnya bagi mahasiswa OAP.
LLDikti Wilayah XIV memiliki informasi lengkap mengenai mahasiswa di seluruh wilayah Tanah Papua yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan program beasiswa.
Ia menambahkan, sekitar 92 persen mahasiswa asli Papua (OAP) berasal dari keluarga yang berpenghasilan di bawah Rp2 juta per bulan, sehingga mereka sangat memerlukan bantuan dari pemerintah untuk dapat mengakses pendidikan tinggi.
Hal tersebut harus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk membantu mahasiswa OAP agar mereka bisa merasakan kehadiran negara dan tidak merasa tertinggal dalam pembangunan.
“Jika pemerintah pusat berani mengalokasikan dana yang besar untuk mahasiswa Papua, seharusnya pemerintah daerah juga ikut mendukung anak-anaknya sendiri,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua melalui akses pendidikan tinggi yang lebih terbuka.
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/5181113/lldikti-16000-mahasiswa-pts-di-tanah-papua-terima-kip-kuliah

