Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 kembali dilanjutkan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). KUR BRI merupakan kredit bersubsidi dengan suku bunga rendah, di mana seluruh dana pinjaman berasal dari Bank BRI sebagai lembaga penyalur, sementara pemerintah memberikan subsidi bunga agar cicilan tetap terjangkau.
Program ini ditujukan bagi pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif dan layak, namun belum memenuhi persyaratan perbankan secara penuh (feasible but not yet bankable). Dengan adanya KUR, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2026.
Jenis-Jenis KUR BRI 2026 dan Plafon Pinjaman
Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu memahami jenis KUR yang tersedia agar sesuai dengan kebutuhan usaha.
KUR BRI Super Mikro
Ditujukan bagi pelaku usaha pemula atau korban PHK yang baru merintis usaha.
- Plafon: hingga Rp10 juta
- Suku bunga: 3% per tahun
- Agunan: tidak diperlukan
- Usaha belum wajib berjalan 6 bulan (dengan pendampingan)
KUR BRI Mikro
Jenis KUR yang paling banyak diminati pelaku UMKM.
- Plafon: di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta
- Agunan tambahan: tidak wajib untuk limit tertentu
- Tenor:
- Modal Kerja maksimal 3 tahun
- Investasi maksimal 5 tahun
KUR BRI Kecil
Untuk usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan modal besar.
- Plafon: Rp100 juta hingga Rp500 juta
- Agunan tambahan: wajib (sertifikat atau BPKB)
- Tenor:
- Modal Kerja maksimal 4 tahun
- Investasi maksimal 5 tahun
KUR BRI TKI
Diperuntukkan bagi pembiayaan keberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
- Plafon: maksimal Rp25 juta
- Negara tujuan:
- Singapura
- Hong Kong
- Taiwan
- Jepang
- Korea Selatan
- Malaysia
- Brunei
Suku Bunga KUR BRI 2026 (Skema Berjenjang)
Pemerintah menerapkan sistem bunga berjenjang untuk mendorong UMKM naik kelas ke pembiayaan komersial.
- KUR Super Mikro: 3% per tahun
- Pinjaman pertama: 6% per tahun
- Pinjaman kedua: 7% per tahun
- Pinjaman ketiga: 8% per tahun
- Pinjaman keempat: 9% per tahun
Bagi debitur baru, bunga 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan tergolong sangat ringan dibanding kredit komersial.
Syarat dan Ketentuan Pengajuan KUR BRI 2026
Dalam pengajuan KUR BRI 2026, terdapat sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi calon nasabah.
Adapun syarat pengajuannya sebagai berikut:
-
-
Syarat Umum Dokumen
- e-KTP pemohon dan pasangan (jika menikah)
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat Nikah atau Cerai (jika ada)
- Legalitas usaha: NIB, IUMK, atau SKU
- NPWP (wajib untuk pinjaman di atas Rp50 juta)
- BPJS Ketenagakerjaan (umumnya untuk KUR Kecil)
- Pas foto ukuran 4×6
-
-
Syarat Kualifikasi Debitur
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Usaha aktif minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit produktif lain
- Riwayat SLIK OJK bersih (tidak kredit macet)
Cara Mengajukan KUR BRI 2026
Terdapat 2 cara mengajukan KUR BRI 2026, berikut diantaranya:
-
Pengajuan KUR BRI Online
Calon debitur dapat mendaftar melalui situs resmi kur.bri.co.id dengan mengisi data diri, data usaha, mengunggah dokumen, serta memilih plafon dan tenor pinjaman. Setelah itu, pihak BRI akan menghubungi pemohon untuk proses survei usaha.
-
Pengajuan KUR BRI Offline (Datang ke Bank)
- Datang ke kantor BRI Unit terdekat
- Serahkan dokumen persyaratan
- Wawancara singkat dengan petugas kredit (mantri)
- Survei lokasi usaha
Jika disetujui, dana dicairkan ke rekening BRI
Tips Agar Pengajuan KUR Cepat Disetujui
Berikut beberapa tips agar pengajuan KUR cepat disetujui:
- Pastikan SLIK OJK bersih
- Lengkapi legalitas usaha (disarankan memiliki NIB)
- Tunjukkan arus kas usaha melalui rekening BRI
- Bersikap kooperatif saat survei lapangan
Kesimpulan
KUR BRI 2026 menjadi solusi pembiayaan yang sangat membantu UMKM berkat bunga rendah, tenor panjang, dan persyaratan yang relatif mudah. Dengan memahami syarat, jenis pinjaman, serta mekanisme pengajuan, peluang persetujuan kredit akan semakin besar. Pastikan pinjaman diajukan sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

