Ketahui Tenor dan Plafon KUR BRI Sebelum Mengajukan Pembiayaan Usaha
Sebelum mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, calon debitur perlu memahami lebih dulu bagaimana sistem pembiayaan ini berjalan.
Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) langsung mengajukan pinjaman tanpa mengetahui detail mengenai tenor dan plafon KUR BRI. Akibatnya, beberapa di antaranya kesulitan mengatur angsuran atau tidak memanfaatkan pinjaman dengan optimal.
Dengan memahami tenor dan plafon secara menyeluruh, pelaku usaha bisa merencanakan keuangan bisnis dengan lebih matang dan menyesuaikan kemampuan bayar dengan kebutuhan modal yang realistis.
Jenis dan Plafon KUR BRI
Bank BRI menyediakan beberapa jenis KUR yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha masyarakat.
Berikut penjelasannya:
-
KUR Mikro BRI:
Diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dengan plafon maksimal Rp50 juta per debitur. Jenis ini cocok untuk pedagang kecil, warung, atau usaha rumahan yang membutuhkan tambahan modal kerja.
-
KUR Kecil BRI:
Diberikan untuk pelaku usaha yang sudah berjalan dan membutuhkan modal lebih besar, dengan plafon antara Rp50 juta hingga Rp500 juta. Jenis ini cocok untuk pelaku UMKM yang ingin memperluas usaha, menambah stok, atau meningkatkan kapasitas produksi.
-
KUR TKI BRI:
Dikhususkan untuk calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ingin bekerja di luar negeri. Plafon pinjaman mencapai Rp25 juta, dan dana bisa digunakan untuk biaya pemberangkatan atau pelatihan kerja.
Dengan memahami pilihan plafon tersebut, calon nasabah dapat menentukan jenis KUR yang paling sesuai dengan skala dan kebutuhan bisnisnya.
Tenor dan Suku Bunga KUR BRI
Tenor atau jangka waktu pinjaman menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Bank BRI menawarkan tenor yang fleksibel, tergantung jenis pembiayaan:
- Untuk modal kerja, tenor maksimal 3 tahun.
- Untuk investasi, tenor bisa mencapai 5 tahun.
Untuk KUR Super Mikro, tenor biasanya lebih pendek, menyesuaikan kemampuan usaha kecil yang baru berkembang.
Sementara itu, suku bunga KUR BRI 2025 ditetapkan pemerintah secara ringan, yaitu sekitar 6% per tahun, sehingga cicilan tetap terjangkau bagi pelaku usaha kecil. Dengan tenor yang panjang dan bunga rendah, program ini membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnis tanpa terbebani bunga tinggi.
Keuntungan Mengajukan KUR BRI
Mengajukan KUR BRI online memberikan banyak keuntungan. Selain prosesnya cepat dan transparan, nasabah juga tidak dikenakan biaya administrasi maupun biaya provisi.
BRI juga mempermudah akses dengan membuka layanan pengajuan lewat situs resmi https://kur.bri.co.id.
Melalui platform tersebut, calon debitur bisa mengisi data usaha, memilih plafon pinjaman, dan memantau status pengajuan secara langsung.
Selain itu, program ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena dana yang disalurkan benar-benar ditujukan untuk pengembangan usaha produktif.
Tips Sebelum Mengajukan Pembiayaan KUR
Agar pengajuan KUR berjalan lancar dan disetujui oleh pihak bank, calon debitur perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut:
- Siapkan dokumen lengkap seperti KTP, NPWP, dan surat izin usaha (NIB/SKU).
- Pastikan usaha sudah berjalan minimal enam bulan.
- Periksa kembali kemampuan membayar cicilan sesuai tenor yang dipilih.
Jangan tergoda oleh link palsu atau tawaran cepat cair di media sosial hanya ajukan melalui situs resmi BRI.

