Pemerintah terus menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli masyarakat. Melalui Kementerian Sosial, sejumlah bantuan seperti PKH dan BPNT diberikan kepada keluarga yang memenuhi kriteria.
Namun, agar bantuan benar-benar tepat sasaran, kamu perlu aktif mengecek status kepesertaan secara mandiri. Artikel ini akan membantu kamu memahami cara cek bansos, besaran bantuan yang diterima, hingga mekanisme pembaruan data penerima.
Cara Cek Bansos Kemensos Secara Online
Untuk memudahkan masyarakat, Kemensos menyediakan layanan Cek Bansos yang bisa diakses kapan saja lewat HP atau komputer. Langkah-langkahnya cukup sederhana.
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos
- Pilih wilayah sesuai domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan)
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha sebagai verifikasi
- Klik tombol Cari Data
Setelah itu, sistem akan menampilkan informasi apakah nama kamu terdaftar sebagai penerima bansos, lengkap dengan jenis bantuan dan status penyalurannya.
Besaran Bantuan Sosial yang Diterima
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga bisa berbeda, tergantung program dan komponen yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Program Bantuan Pangan Non Tunai diberikan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok.
- Nominal bantuan: sekitar Rp200.000 per bulan
- Pencairan: sering disalurkan sekaligus untuk 2–3 bulan
Program Keluarga Harapan (PKH)
Program Keluarga Harapan dibagi berdasarkan kategori anggota keluarga, antara lain:
- Ibu hamil/nifas: Rp3.000.000 per tahun
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3.000.000 per tahun
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun
- Lansia usia 70 tahun ke atas: Rp2.400.000 per tahun
Bantuan ini biasanya dicairkan bertahap dalam beberapa periode dalam satu tahun.
Update Data Penerima Bansos: DTSEN dan SIKS-NG
Agar bansos tepat sasaran, pemerintah secara rutin melakukan pembaruan data melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan sistem SIKS-NG. Proses ini sangat penting karena mencakup beberapa hal berikut.
- Pembersihan data, seperti menghapus penerima yang sudah mampu, meninggal dunia, atau berstatus ASN, TNI, maupun Polri
- Usulan penerima baru, bagi masyarakat yang merasa layak namun belum terdaftar
- Validasi berkala, agar data selalu sesuai kondisi terbaru di lapangan
Jika kamu belum terdaftar tetapi memenuhi kriteria, kamu bisa mengajukan usulan melalui aplikasi Cek Bansos pada menu Daftar Usulan atau datang langsung ke kantor desa/kelurahan setempat.
Mekanisme Penyaluran Bantuan Lewat KKS
Saat ini, sebagian besar bansos disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank Himbara. Sistem ini bertujuan agar:
- Penyaluran bantuan lebih aman dan transparan
- Penerima bisa menarik dana secara fleksibel
- Risiko penyaluran ganda atau salah sasaran bisa diminimalkan
Dengan KKS, kamu dapat mencairkan bantuan melalui ATM atau agen bank yang bekerja sama.
Aktif Cek Status agar Tidak Ketinggalan Bansos
Mengecek status bansos secara mandiri adalah langkah penting agar kamu tidak tertinggal informasi. Selain itu, pembaruan data melalui DTSEN dan SIKS-NG memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pastikan data kependudukanmu selalu valid dan rutin cek status bansos melalui kanal resmi Kemensos agar hak bantuan sosialmu tidak terlewat.

