Pemerintah menetapkan penerima bantuan sosial (bansos) berdasarkan sistem desil. Masyarakat yang berhak menerima bansos umumnya berasal dari desil 1 hingga 5. Lantas, bagaimana cara cek desil bansos tahap 2 Mei 2026?
Mengacu pada laman resmi Kemensos, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang dihitung dari berbagai indikator sosial ekonomi.
Penilaian tersebut mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, penggunaan listrik, hingga kepemilikan aset keluarga.
Dalam sistem ini terdapat 10 desil, di mana masing-masing mewakili 10 persen keluarga di Indonesia. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Aturan Desil Bansos Kemensos
Sistem desil bersifat dinamis sehingga data dapat berubah sesuai kondisi di lapangan. Jika terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat bisa melakukan pembaruan melalui kantor desa, kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.
Data yang telah diperbarui nantinya akan dihitung ulang secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penentuan desil digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.
Kelompok desil 1 sampai 4 yang termasuk 40 persen masyarakat terbawah menjadi prioritas penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sementara itu, masyarakat di desil 5 masih berkesempatan memperoleh bantuan PBI JKN.
Kriteria Penentuan Desil Bansos 2026
Pemerintah menetapkan desil berdasarkan sejumlah indikator sosial ekonomi keluarga, di antaranya:
- Pendapatan keluarga
- Kondisi rumah dan fasilitas dasar
- Kepemilikan aset
- Akses pendidikan dan layanan kesehatan
- Jumlah tanggungan keluarga
Keberadaan anggota keluarga rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas
Seluruh data tersebut diolah melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penentuan penerima bansos lebih tepat sasaran dan objektif.
Cara Cek Desil Secara Online
Cara Cek Desil Bansos Lewat Website
Tampilan situs cekbansos.kemensos.go.id kini telah diperbarui. Jika sebelumnya masyarakat harus memasukkan nama lengkap dan alamat domisili, sekarang cukup menggunakan NIK KTP dan kode verifikasi yang tersedia.
Berikut langkah-langkah cek desil bansos secara online mengutip laman detik:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan nomor NIK KTP
- Isi kode captcha yang muncul
- Klik tombol “Cari Data”
Setelah itu, sistem akan menampilkan informasi penerima bansos, mulai dari nama, kategori desil, status bansos sembako, PKH, hingga PBI JK.
Untuk mengetahui kategori desil, perhatikan angka yang tercantum pada kolom desil. Jika muncul angka 1, 2, 3, atau 4, maka yang bersangkutan berpotensi menjadi penerima bantuan sosial.
Sementara untuk memastikan status penerimaan bansos, cek apakah terdapat keterangan “YA” pada salah satu jenis bantuan yang tercantum.
Cara Cek Desil Bansos Melalui Aplikasi
Selain lewat website, masyarakat juga bisa mengecek status desil menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos dari Kemensos. Berikut caranya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
- Buka aplikasi lalu buat akun baru
- Lengkapi data diri seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, dan alamat
- Unggah foto KTP
- Lakukan verifikasi selfie sesuai instruksi
- Pastikan seluruh data telah sesuai
- Selesaikan proses pendaftaran akun
- Tunggu proses verifikasi dari sistem
- Login menggunakan username dan password yang telah dibuat
- Lakukan verifikasi email jika diperlukan
Setelah berhasil masuk, informasi terkait data keluarga dan kategori desil akan tampil secara otomatis
Melalui aplikasi ini, masyarakat juga dapat melihat status desil seluruh anggota yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Cara Update Desil Bansos Secara Offline
Bagi masyarakat yang ingin memperbarui data desil secara langsung, prosesnya dapat dilakukan melalui kantor Dinas Sosial setempat.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:
- KTP
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat keterangan tidak mampu dari RT/RW
Setelah itu, masyarakat dapat menemui petugas atau operator SIKS-NG untuk mengisi formulir pengajuan pembaruan data. Proses verifikasi dan validasi biasanya membutuhkan waktu cukup lama hingga data berhasil diperbarui dalam sistem.
