• Home
  • Informasi
  • Artikel
  • Berita
  • Kesehatan
  • Informasi
  • Opini
  • Istilah Hukum
  • Politik
Info Hukum
  • Home
  • Informasi
  • Artikel
  • Berita
  • Kesehatan
  • Informasi
  • Opini
  • Istilah Hukum
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Informasi
  • Artikel
  • Berita
  • Kesehatan
  • Informasi
  • Opini
  • Istilah Hukum
  • Politik
No Result
View All Result
Info Hukum
No Result
View All Result

Hukum Pidana Internasional : Pengertian, Prinsip, dan Aspek

Info Hukum by Info Hukum
January 18, 2025
in Politik
0
hukum pidana internasional

hukum pidana internasional

Contents

  • Berikut Prinsip-Prinsip Hukum Pidana Internasional
  • Berikut Aspek-Aspek Hukum Internasional
  • Contoh Hukum Pidana

Hukum Pidana Internasional

Hukum pidana internasional merupakan cabanghukung yang mengatur segala tindak kejahatan yang bertentangnasn dengan norma-norma hukum internasional, serta mempunyai dampak internasional.

Hukum pidana internasional mencakup segala tindakan yang bertentangan dengan hukum komunitas internasional. Hukum pidana internasional juga memiliki peran sebagai pengamat pelaku kejahatan internasional agara tidak terlewatkan oleh hukum yang memiliki yuridiksi berbeda di berbagai negara.

Hukum pidana internasional mencakup segala tindak kejahatan seperti perang, genosida, penganiayaan, eksploitasi manusia, agresi, penyeludupan banrang, terorisme, dan lainnya.

Hukum pidana internasional dibentuk dengan tujuan menjaga keamanan masayrkat internasional secara merata tanpa membenarkan satu pihak, atau mengadili segalanya dengan adil dan sebaik mungkin.




Berikut Prinsip-Prinsip Hukum Pidana Internasional

    1. Prinsip Nullum Crimen Sine Lege: Prinsip ini menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukum. Artinya, seseorang tidak dapat dihukum kecuali jika perbuatannya melanggar undang-undang yang ada pada saat pelanggaran terjadi. Ini menegaskan pentingnya kepastian hukum dan bahwa seseorang tidak boleh dihukum secara retrospektif.
    2. Prinsip Nullum Crimen Sine Poena: Prinsip ini berarti bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman. Jika seseorang dinyatakan bersalah atas kejahatan internasional, mereka harus dijatuhi hukuman yang sesuai dan proporsional dengan kejahatan yang dilakukan. Prinsip ini menegaskan pentingnya pertanggungjawaban pidana atas tindakan pelanggaran hukum.
    3. Prinsip Nullum Crimen Sine Iudicio: Prinsip ini menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa pengadilan yang adil. Artinya, setiap individu yang dituduh melakukan kejahatan internasional memiliki hak untuk diadili secara adil dan objektif di hadapan pengadilan yang independen dan tidak memihak. Prinsip ini menjamin perlindungan hak asasi manusia dan hak-hak prosedural bagi para terdakwa.
    4. Prinsip Individual Criminal Responsibility: Prinsip ini menegaskan bahwa individu bertanggung jawab secara pribadi atas tindakan kriminal yang dilakukan. Ini berarti bahwa individu dapat dihukum dan dimintai pertanggungjawaban atas peran mereka dalam kejahatan internasional, terlepas dari kedudukan mereka atau kewarganegaraan mereka.
  1. Prinsip Komplementaritas: Prinsip ini mengakui peran yang penting dari yurisdiksi nasional dalam penuntutan kejahatan internasional. Menurut prinsip ini, pengadilan internasional, seperti Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), hanya bertindak jika negara-negara tidak mampu atau tidak mau menuntut pelaku kejahatan tersebut. Ini mendorong negara-negara untuk menjalankan sistem hukum nasional yang efektif untuk menangani kejahatan internasional.
  2. Prinsip Victim Participation: Prinsip ini mengakui hak korban kejahatan internasional untuk berpartisipasi dalam proses hukum dan mendapatkan keadilan. Ini termasuk memberikan kesempatan bagi korban untuk memberikan keterangan, menyampaikan pandangan mereka, dan mendapatkan pemulihan dan ganti rugi yang layak.

Berikut Aspek-Aspek Hukum Internasional

  1. Yurisdiksi: Yurisdiksi adalah kewenangan suatu negara atau pengadilan untuk mengadili tindakan kriminal tertentu. Dalam hukum pidana internasional, terdapat beberapa prinsip yurisdiksi, seperti yurisdiksi teritorial (pelaku melakukan kejahatan di wilayah negara tertentu), yurisdiksi nasional (pelaku adalah warga negara dari negara yang mengklaim yurisdiksi), dan yurisdiksi universal (negara memiliki yurisdiksi atas kejahatan tertentu terlepas dari kewarganegaraan pelaku atau tempat kejahatan dilakukan).
  2. Kejahatan Internasional: Hukum pidana internasional mencakup berbagai jenis kejahatan yang melanggar norma-norma hukum internasional. Contoh kejahatan internasional termasuk kejahatan perang, genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan agresi, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, terorisme, dan korupsi transnasional.



  3. Tanggung Jawab Individu: Salah satu prinsip utama hukum pidana internasional adalah tanggung jawab individu. Hal ini berarti bahwa individu dapat dihukum atas kejahatan yang dilakukannya, terlepas dari kedudukannya atau kebangsaannya. Ini berbeda dengan tanggung jawab negara, di mana negara dapat dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran tertentu.
  4. Pengadilan Internasional: Hukum pidana internasional melibatkan pengadilan internasional yang didirikan untuk mengadili kejahatan internasional. Contohnya adalah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Pengadilan Kejahatan Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY), dan Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Rwanda (ICTR). Pengadilan ini bertujuan untuk memastikan pertanggungjawaban pelaku kejahatan internasional dan mencapai keadilan bagi korban.
  5. Prinsip-prinsip Hukum Pidana Internasional: Hukum pidana internasional didasarkan pada prinsip-prinsip penting, seperti nullum crimen sine lege (tidak ada kejahatan tanpa hukum), nullum crimen sine poena (tidak ada kejahatan tanpa hukuman), dan nullum crimen sine iudicio (tidak ada kejahatan tanpa pengadilan yang adil). Prinsip-prinsip ini menegaskan pentingnya kepastian hukum, hak asasi manusia, dan perlindungan korban.
  6. Kerjasama Internasional: Hukum pidana internasional mendorong kerjasama antarnegara dalam penanggulangan kejahatan internasional. Negara-negara bekerja sama untuk ekstradisi pelaku kejahatan, saling memberikan bantuan hukum, berbagi informasi, dan mengadopsi langkah-langkah untuk mencegah dan menghukum kejahatan transnasional.

Contoh Hukum Pidana

  1. Konvensi tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida: Konvensi ini mendefinisikan dan melarang kejahatan genosida, yaitu pembunuhan massal, pemusnahan kelompok etnis, pemaksaan kelahiran yang bertujuan untuk mempengaruhi kelompok etnis, penyiksaan, dan pemindahan paksa.
  2. Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan: Konvensi ini dan protokol tambahannya mengatur perlindungan korban perang dan hak asasi manusia di masa konflik bersenjata. Mereka melarang pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan, seperti pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, pengusiran paksa, dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tawanan perang.
  3. Statuta Roma: Statuta ini merupakan dasar hukum untuk Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC). Statuta ini mengatur kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan genosida, dan kejahatan agresi. Statuta Roma memberikan yurisdiksi kepada ICC untuk mengadili individu yang bertanggung jawab atas kejahatan serius di bawah yurisdiksi negara-negara anggota atau dalam situasi yang dirujuk oleh Dewan Keamanan PBB.
  4. Konvensi PBB terhadap Kejahatan Transnasional Terorganisir: Konvensi ini memberikan kerangka kerja internasional untuk melawan kejahatan terorganisir lintas batas, seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, pencucian uang, dan korupsi.



  5. Konvensi Internasional untuk Perlindungan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial: Konvensi ini melarang diskriminasi rasial dalam semua bidang kehidupan. Ini termasuk pelarangan propaganda rasial dan penyebaran kebencian berbasis ras, dan mendorong negara-negara untuk mengadopsi tindakan hukum untuk mencegah dan menghukum pelanggaran hak asasi manusia yang berbasis ras.
Previous Post

Apa Itu Hukum Perdata Internasional?

Next Post

Bantuan Hukum Pengertian , Hak Dan Kewajiban

Next Post
Bantuan Hukum Pengertian , Hak Dan Kewajiban

Bantuan Hukum Pengertian , Hak Dan Kewajiban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Mengenal PPPK: Syarat Pendaftaran dan Jenis Formasinya
  • Syarat Pengalaman Mengajar untuk Menjadi PNS Guru, Ini Penjelasannya
  • KUR vs Pinjaman Non-KUR BRI, Ini Perbedaan Syaratnya
  • Panduan Pemutihan BPJS Kesehatan 2026 untuk Peserta
  • Syarat Menggunakan BPJS Kesehatan di Luar Domisili

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • February 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • April 2021
  • March 2021
  • February 2021
  • January 2021
  • December 2020
  • November 2020
  • October 2020
  • September 2020
  • August 2020
  • July 2020
  • June 2020
  • May 2020
  • April 2020
  • February 2020
  • January 2020
  • December 2019
  • November 2019
  • October 2019
  • September 2019
  • August 2019
  • July 2019
  • June 2019
  • April 2019
  • March 2019
  • February 2019
  • January 2019
  • December 2018
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018

Categories

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Cek Bansos
  • Ekonomi
  • Ekonomi
  • Event
  • Gadget
  • Hiburan
  • Hukum
  • Info
  • Info Bansos
  • Informasi
  • Islami
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Konser
  • Kuliner
  • News
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pilgub Sumut
  • Politik
  • PSMS Medan
  • Teknologi

Categories

  • Artikel
  • Bansos
  • Berita
  • BPJS Kesehatan
  • Cek Bansos
  • Ekonomi
  • Ekonomi
  • Event
  • Gadget
  • Hiburan
  • Hukum
  • Info
  • Info Bansos
  • Informasi
  • Islami
  • Istilah Hukum
  • Kesehatan
  • Konser
  • Kuliner
  • News
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pilgub Sumut
  • Politik
  • PSMS Medan
  • Teknologi

Browse by Tag

Aplikasi Cek Bansos bansos bansos 2025 Bansos BPNT bansos cair Bansos Oktober 2025 bansos pkh bansos pkh 2025 Bantuan Pangan Non-Tunai Bantuan Pendidikan bantuan sosial Bantuan Sosial 2025 Bantuan Subsidi Upah Bantuan Subsidi Upah 2025 berita bansos hari ini blt kesra BLT Kesra 2025 BPJS Kesehatan BPNT BPNT 2025 bsu 2025 Cara cek bansos Kemensos Cara cek bansos online cek bansos cekbansos.kemensos.go.id Cek bansos Kemensos Cek Bansos Online DTKS DTSEN info bansos jadwal penyaluran bansos kemensos kip kuliah 2025 Kredit Usaha Rakyat kredit usaha rakyat BRI KUR BRI 2025 pip pip 2025 pkh PKH 2025 Program Indonesia Pintar program keluarga harapan Syarat KUR BRI Syarat KUR BRI 2025 uang bansos
  • Home
  • Informasi
  • Artikel
  • Berita
  • Kesehatan
  • Informasi
  • Opini
  • Istilah Hukum
  • Politik

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Informasi
  • Artikel
  • Berita
  • Kesehatan
  • Informasi
  • Opini
  • Istilah Hukum
  • Politik

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.